Assalamu'alaikum Gaessss. Di tulisan kali ini aku ingin berbagi pengalaman menjadi anggota KPPS pada pemilu 2024. KPPS adalah singkatan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. KPPS terdiri dari 6 orang anggota, 1 ketua dan 2 pamsung. Pamsung adalah Petugas Keamanan dan Ketertiban di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Bagaimana bisa menjadi anggota KPPS? Aku sendiri termasuk yang aktif di ligkungan rumah, jadi Pak RT menawarkan apakah aku bersedia menjadi anggota KPPS atau tidak. Tentu saja aku mengambil kesempatan yang ditawarkan karena aku sama sekali belum pernah menjadi petugas KPPS sebelumnya dalam lingkup Negara. Pengalamanku baru sebatas Pemilihan Raya di Kampus.

Photo by Edmond Dantès from Pexels

    Setelah petugas KPPS terbentuk, kami diminta untuk mengisi data di website SIAKBA (Sistem Informasi Anggota KPU Dan Badan Ad Hoc). Username dan password akan dibagikan dari pusat. Kami juga diminta untuk melakukan cek kesehatan di Puskesmas atau di Klinik terdekat. Petugas kesehatan akan menimbang berat dan tinggi badan kita, mengukur lingkar pinggang, mengecek tekanan darah dan mewawancarai seputar hal yang berhubungan dengan kesehatan kita. 

    Dalam menjalankan tugas, Ketua KPPS membagikan siapa saja yang bertugas sebagai KPPS 1-7. KPPS 1 adalah Ketua KPPS yang bertanggungjawab secara keseluruhan atas berlangsungnya pemilu Di TPS tersebut, menandatangi dokumen-dokumen dan cover pada kertas suara. Keriting deh tuh tangan. Tugas KPPS 2 adalah membagikan surat suara untuk diberikan kepada Pemilih. Tugas KPPS 3 mencatat jumlah Pemilih, menghitung sisa surat suara yang tidak terpakai atau rusak dan memasukan data-data yang diperlukan pada aplikasi Si Rekap. Si Rekap adalah aplikasi dari Pemerintah untuk mempermudah rekapitulasi dari Pemilu yang bisa diakses secara online. Tugas KPPS 4 adalah mempersiapkan daftar hadir DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan memeriksa model C6 pemberitahuan yang dibawa Pemilih.  Tugas KPPS 5 adalah untuk mengarahkan Pemilih ke bilik suara dan membantu pemilih disabilitas atau lansia atau yang membutuhkan bantuan. Tugas KPPS 6 adalah mengarahkan Pemilih untuk memasukkan surat suara, memastikan semua surat suara dimasukkan ke dalam kotak, dan mengarahkan pemilih ke meja KPPS 7. Tugas KPPS 7 adalah mengarahkan Pemilih untuk mencelupkan jari tangannya ke tinta, memastikan Pemilih tidak menghapus tinta, dan mempersilakan pemilih keluar dari TPS.

    Sebagai anggota KPPS, kami dilantik dan dibekali dengan Bimtek (Bimbingan Teknis). Kami diberikan 1 buah buku cetak dan ebook panduan dalam melaksanakan pemilu. Pelantikan dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2024 dimulai dari pukul 8 hingga sekitar jam 3 sore kalau di tempatku. Kami mendapatkan snack untuk sarapan, makan siang dan transport sebesar 150 ribu rupiah. Sedangkan Bimtek diadakan di hari terpisah pada tanggal 6 februari 2024. Kami mendapatkan uang transport sebesar 40 ribu rupiah. Kalau di tempat kalian dapat berapa? Hehe.

    Sebelum hari H pemungutan suara, anggota KPPS gotong royong membuat layout TPS sesuai dengan panduan, memasang tenda, menyiapkan perlengkapan yang diperlukan seperti kursi, meja, sound systemmic, dan lain-lain. Untuk anggaran operasional pelaksanaan pemilu, kami dibekali uang operasional sebesar 4 jutaan. Uang tersebut digunakan untuk menyewa tenda, sound system, konsumsi dan kebutuhan lainnya. Kami juga membagikan undangan untuk mencoblos ke rumah-rumah warga dan mengingatkan kembali agar datang ke TPS ketika hari H. Kotak suara pun tiba di TPS pada malam hari sebelum hari H.

    Waktu pelaksaan pemungutan suara pun tiba. Pemungutan suara dilaksanakan dari jam 7 pagi hingga jam 1 siang. Cuaca saat itu berlangsung hujan yang cukup deras. Tetapi tidak mengurangi semangat warga untuk berpartisipasi dalam pemilu. Kertas suara yang dibagikan ada 5 buah yang terdiri dari surat suara belabel abu-abu untuk presiden dan wakil presiden. Kertas suara berlabel merah untuk anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kertas suara berlabel kuning untuk anggota DPR. Kertas suara berlabel biru untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan kertas suara berlabel hijau untuk anggota DPRD kabupaten/kota. Kami sudah berada di posisi masing-masing untuk melayani warga yang datang. Oh ya sebelum dilakukan pemungutan suara, kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga membuka kotak suara untuk diperlihatkan kepada saksi-saksi bahwa kotak suara masih tersegel rapi dan memastikan semuanya aman.

    Alhamdulillah pelaksanaan pemungutan suara berlangsung dengan aman dan lancar. Pukul 1 siang kami break ishoma dulu. Lalu dilanjutkan dengan perhitungan suara Presiden dan Wakil Presiden. Selain anggota KPPS, perhitungan suara juga dihadiri oleh saksi yang ditugaskan dari Partai ataupun Caleg, 1 orang Bawaslu (badan pengawas pemilu) dan juga warga yang ingin melihat. Perhitungan suara berlangsung kurang lebih satu jam. Selanjutnya kami merekap hasil perhitungan suara di kertas plano yang besar sekali dan juga kertas seukuran A5. Kami juga melengkapi dokumen-dokumen pelengkap yang diperlukan dan meng-upload-nya ke aplikasi Si Rekap. Setelah menyelesaikan perhitungan suara presiden dan wakil presiden, kami melanjutkan menghitung 4 kotak suara lainnya. Perhitungan suara ini berlangsung hingga jam 12 malam. Di sela-sela perhitungan suara kami break ishoma dulu. Setelah menyelesaikan kelima kotak suara, kami mengecek kembali dokumen-dokumen yang harus disertakan sebelum disegel dan diserahkan ke Bawaslu yang bertugas. Kotak suara yang sudah disegel akan didistribusikan ke Kelurahan. Rasanya lega banget sudah melaksanakan tugas.

    Sebagai anggota KPPS kami mendapatkan honor sebesar 1,1 juta rupiah. Sedangkan untuk Ketua 1,2 juta rupiah. Untuk pamsung sendiri mendapatkan uang sebesar 700 ribu rupiah. Lumayan untuk jajan. Hehe. Kesanku selama menjadi anggota KPPS adalah capek kerja dari pagi ke pagi lagi. Haha. Mungkin karena berurusan dengan birokrasi ya. Di sini masih menggunakan double sistem yaitu manual dan online. Kalau ditanya mau lagi atau nggak jadi anggota KPPS? Aku akan menjawab tidak. Hehe. Cukup sekali seumur hidup. Jadi, sudah tidak penasaran lagi. Pesanku buat teman-teman yang nantinya ingin menjadi anggota KPPS, harus benar-benar menjaga kesehatan, minum air putih yang cukup, jangan telat makan, minum vitamin, kalau merasa badan mulai letih berisitirahat dulu baru melanjutkan tugas kembali dan baca buku panduannya dengan teliti supaya meminimalisir kesalahan dan paham tugas di lapangan. Begitulah pengalamanku sebagai Anggota KPPS. Semoga tulisan ini bermanfaat :)

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers