Hello, I’M Nana

Welcome to My World

About Me

Graphic Designer

Assalamu'alaikum. Perkenalkan namaku Nana Rosdiana. Kalian bisa memanggilku Nana. Aku adalah seorang Graphic Designer, UI Designer dan Content Creator yang masih akan terus belajar. Website ini adalah catatan belajarku. Semoga bermanfaat ya untuk siapapun yang membacanya.

Mungkin bisa dibilang aku berkripadian ambivert yang merupakan gabungan kepribadian dari ekstrovert dan introvert dimana cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi.

Udah gitu aja perkenalan dirinya sepertinya. Hehehe.

Nana Graphic Designer

My Services

WHAT I CAN DO

Graphic Design

UI Design

Writing

Kreativitas bisa lahir di manapun, tak terkecuali di kamar tidur. Untuk mempermudah pekerjaanku sehari-hari, aku dibantu oleh aplikasi desain dari Adobe seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dan Adobe XD.

Terimakasih sudah mengunjungi rumahku ini. Silakan kunjungi portofolio aku di www.behance.net/nanarosdiana atau Instagram nanarosdiana dan untuk video-video seputar desain grafis silakan mampir ke Youtube Channel Nana Rosdiana . Semoga kita bisa berkolaborasi ke depannya. Salam kenal :)

  • Graphic Design 95%
  • UI Design 80%
  • Illustration 70%
  • Writing 80%

My Blog

MY BEST WORKS
Tips Tetap Tenang Menghadapi Persoalan Hidup

    Teman-temanku sering berkata bahwa hidupku enak, seperti gak ada beban atau punya masalah. Selalu terlihat happy, menjalani hidup yang mulus-mulus aja. Jalan tol aja terkadang ada fase macetnya, gak selalu lancar kan? Begitu pun hidup, ada fase naik turunnya. Aku juga ada kok fase sedih, galau, terpuruk, demotivasi hanya saja aku tidak pernah memperlihatkan di media sosial atau bercerita kepada sembarang orang, jadi yang orang lihat ya aku mudah saja hidupnya.

Photo by Lisa Fotios from Pexels

    Persoalan hidup yang dialami setiap orang berbeda-beda dan itu harus dihadapi bukan dihindari. Percayalah, bahwa ujian yang kita hadapi akan membuat kita semakin kuat. Ada yang diuji lewat ekonomi, penyakit, barang yang hilang atau rusak, ataupun diuji oleh sesama manusia, baik lewat pasangan, keluarga, tetangga, dan lain sebagainya. Aku akan mencoba kasih tips yang aku lakukan ketika menghadapi persoalan hidup

1. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

    Ini kunci yang selalu aku pegang ketika menghadapi persoalan hidup, di dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 286, bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Pasti ujian yang Allah kasih ke kita itu sudah sesuai dengan kemampuan kita. Kita pasti bisa melewatinya. Sedih banget kalau baca atau nonton berita jika menjadikan bunuh diri sebagai solusi keluar dari masalah. Bunuh diri adalah dosa besar. Jadi, bertahanlah untuk menghadapinya, pasti bisa.

2. Setiap masalah pasti ada masanya

    Badai pasti berlalu, bahwa setiap masalah atau kesulitan hidup pasti akan berkurang dan akhirnya hilang. Tidak ada yang abadi. Yang ada di pikiranku setiap mendapat masalah adalah "Nanti ini juga pasti akan berlalu kok". Misalnya seperti ketika charger laptopku rusak dan harus mengambil uang tabunganku aku akan berpikir bahwa "Mungkin ini bukan rezekiku. Ini rezeki orang lain yang harus aku berikan. Nanti juga Allah ganti dengan yang lebih baik." Bagaimana respon kita ketika menghadapi masalah akan sangat berdampak pada pikiran dan tidakan kita. Betapa mudah Allah memberikan dan mengambil nikmat yang ada pada diri kita dengan sekejap mata. Jalani saja skenario hidup yang telah tertulis. Serahkan pada Allah, hidup akan tanpa beban.

3. Sabar dan Syukur

    Sebagai seorang muslim, jika mendapat nikmat kita harus bersyukur dan jika mendapat musibah kita harus bersabar. Aku pernah sakit telinga yang disebut otomikosis, sehingga membuatku harus berganti-ganti dokter, kontrol ke rumah sakit bisa 2-3 kali dalam seminggu dan menghabiskan biaya berjuta-juta. Saat itu aku merasa menjadi manusia paling menderita di dunia, kenapa Allah memberikan penyakit itu padaku, apakah aku bisa sembuh? setiap kontrol ke rumah sakit, aku bertemu dengan banyak orang yang sakit, berbincang-bincang dengan mereka, mendengarkan ceritanya. Aku merasa tidak sendiri. Aku lupa akan bersyukur dengan nikmat pendengaran yang telah Allah berikan untukku dan itu baru aku rasakan ketika aku sakit. Aku belajar sabar menerima penyakit itu, Aku jadi lebih intens berduaan dengan Allah. Aku tidak bisa berharap pada siapapun, kecuali pada Allah. Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengurusi urusan dunia, hingga Allah menegurku lewat penyakit ini. Mungkin juga itu memang rezeki Dokter yang menanganiku melalui perantara diriku. Setelah aku sembuh, aku menulis pengalamanku di blog-ku hingga banyak orang yang DM instagram-ku sharing tentang pengalamannya juga. Ternyata tulisanku bisa bermanfaat untuk banyak orang yang mengalami otomikosis juga. Yang tadinya aku putus asa, kecewa, kesal berubah menjadi syukur.

4. Bercerita pada orang yang tepat

    Bercerita kepada orang lain yang kita percaya mungkin tidak akan selalu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi, tetapi bisa mengurangi beban yang ada pada pundak kita. Kita bisa bercerita pada orang tua kita, teman kita atau saudara kita. Jika memang tidak ada orang yang bisa dipercaya, menulislah. Luapkan semua beban yang ada melalui tulisan.

5. Berhenti mengeluh dan cari jalan keluar

    Mengeluh boleh-boleh saja, tetapi tidak terus berlarut-larut mengutuki hidup. Setelah mengeluh, berusahalah mencari jalan keluar. Buatlah pilihan-pilihan yang mungkin untuk dilakukan. Life must go on, maka kita harus move on! persoalan hidup tidak akan terselesaikan hanya dengan kita diam saja. Bergerak untuk mencari solusinya, insyaAllah akan selalu ada jalan. Misalnya, ketika kita harus kehilangan pekerjaan kita, kalau terus berdiam diri, kita tidak akan mendapatkan pekerjaan. Sedangkan kebutuhan hidup terus berjalan. Yang bisa dilakukan adalah membuka linkedin dan mencari pekerjaan lain, menghubungi teman untuk menanyakan pekerjaan, memulai berjualan dengan modal yang ada atau opsi lainnya.

    Persoalan hidup yang datang adalah seni dalam menikmati hidup. Jadi, nikmatilah masalah apapun yang datang. InsyaAllah akan membuat kita menjadi kuat. Semoga tulisan ini bermanfaat :)

10 Hal yang Aku Lakukan Selama Menjalani Gaya Hidup Frugal dan Minimalis

    Banyak orang yang menyamakan bahwa menjalani frugal living sama dengan pelit padahal berbeda lho. Frugal living adalah gaya hidup hemat yang menjadikan seseorang sebisa mungkin untuk memprioritaskan kebutuhan dan mengontrol keinginannya. Orang yang pelit sering kali takut mengeluarkan uangnya untuk membeli sesuatu. Namun untuk penganut gaya hidup frugal, membeli barang mahal bukanlah sebuah masalah asal barang tersebut punya kualitas baik dan sedang benar-benar dibutuhkan. Di tulisan kali ini aku ingin sharing hal-hal yang Aku lakukan selama menjalani gaya hidup frugal sebagai seseorang yang masih single dan juga sandwich generation.

Photo by Lum3n from Pexels

 

1. Lebih Memilih Berangkat Ke Kantor Menggunakan Kendaraan Umum

    Alhamdulillah banyak opsi kendaraan umum ke Kantor. Tidak terlalu bergantung naik ojek online atau harus membawa kendaraan pribadi. Walaupun terkadang ada dramanya seperti lama menunggu kendaraan datang atau macet, sikut-sikutan di Kereta, tapi dinikmati saja.

2. Membawa Bekal Ke Kantor

    Dari kecil aku sudah terbiasa membawa bekal ke sekolah. Ibuku yang selalu menyiapkannya. Alasan Ibuku adalah supaya asupan makanan yang masuk ke tubuhku terkontrol dan bergizi. Selain itu, supaya mengurangi jajan. Jadi, sisa uang jajanku, aku tabung. Habit membawa bekal ini berlangsung sampai sekarang saat aku sudah bekerja. Tetapi, aku yang menyiapkannya sendiri. Untuk menyiapkan bekal ke kantor, aku sudah berbelanja dan menyusun menu pada saat weekend. Aku bangun pagi sekitar jam 03.30 WIB untuk memasak. Aku menyiapkan makanan dari mulai sarapan hingga snack sore. Aku biasanya sarapan di kantor karena harus sampai kantor untuk absen pagi.

3. Tidak Membeli Baju Khusus Lebaran

    Hal ini sudah aku terapkan dari mulai tahun 2018. Aku tidak lagi membeli baju khusus untuk dipakai saat lebaran. Pakaian-pakaian lamaku yang menumpuk aku sortir. Yang masih bagus dan layak pakai aku berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Aku merasa cukup dengan pakaian yang ada sekarang. Kebanyakan warnanya netral. Sehingga sangat mudah untuk mix and match. Aku membagi kategori pakaianku menjadi pakaian untuk digunakan ke berbagai acara, pakaian untuk pergi ke kantor, pakaian sehari-hari untuk di rumah dan pakaian untuk olahraga. Aku memakainya berulang-ulang dan itu tidak masalah. Aku membeli baju-baju dengan bahan yang berkualitas, sehingga digunakan dalam jangka waktu lama dan bukan fast fashion. Sehingga not out of date.

4. Meminimalisir Barang-barang di rumah

    Aku tidak membeli barang-barang yang tidak aku butuhkan. Aku bisa berpikir berkali-kali sebelum membeli barang. Baru beli ketika barang itu sudah benar-benar rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Misalnya Aku hanya memiliki 3 buah sepatu. Yang satu untuk aku gunakan sehari-hari, yang satu untuk lari dan yang satu untuk bermain badminton. Hidup frugal dan minimalis itu bukan berarti hanya punya satu sepatu yang digunakan berbagai kegiatan. Tetapi mempunyai barang sesuai dengan fungsi masing-masing. Untuk gadget atau alat-alat elektronik sendiri, selama barang lama masih bisa digunakan dan berfungsi dengan baik ya dipakai saja sampai rusak.

5. Membuat List ketika berbelanja

    Aku membagi post belanja kebutuhan sehari-hari menjadi bulanan dan mingguan. Saat belanja bulanan seperti shampo, odol, detergen, dan kebutuhan rumah lainnya aku selalu membeli yang ukuran besar. Sehingga bisa digunakan kurang lebih dua sampai tiga bulan. Ini sangat membantu untuk menghemat belanja bulan depan. Ukuran besar juga jika dihitung-hitung jadi lebih murah. Kalau belanja mingguan, biasanya aku untuk meal preparation seperti membeli telur, daging, ayam, beberapa sayuran dan juga buah. Aku agak strict soal asupan makanan yang aku makan karena menurutku kesehatan sangat penting. Aku menggunakan tubuh ini untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Jadi, tidak masalah mengeluarkan biaya untuk membeli bahan makanan yang berkualitas, sehat dan bergizi. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati?

6. Memanfaatkan Diskon untuk Barang yang Dibutuhkan

    Untuk beberapa kebutuhan rumah tangga, aku tidak terlalu peduli soal merk. Yang mana yang sedang diskon atau buy 1 get 1 itu yang aku ambil. Aku tidak melakukan window shopping. Aku baru membuka aplikasi marketplace ketika ada barang yang aku perlukan untuk dibeli.

7. Merencakan Kegiatan di hari Libur atau Weekend

    Aku bukan tipe orang yang suka pergi tanpa tujuan yang jelas. Misalnya hanya untuk nongkrong-nongkrong di Cafe atau jalan-jalan di Mall. Bagiku itu membuang-buang waktu. Hehe. Tetapi bukan berarti ansos ya. Aku punya beberapa hobi atau kegiatan yang berinteraksi dengan orang lain juga. Buatku berkumpul dengan orang-orang yang sefrekuensi dan satu hobi recharge energi kembali. Membuatku bersemangat ketika harus menghadapi daily activity. Setiap orang punya cara membahagiakan diri sendiri, tidak harus jalan-jalan ke luar negeri. Hehe

8. Membuat Budgeting

    Soal budgeting aku tidak terlalu strict. Disesuaikan dengan kebutuhan juga. Yang penting tahu dan bisa evaluasi kemana larinya dana-dana yang dikeluarkan. Setiap bulan sudah pasti membagi-bagi budget ke kebutuhan pokok sehari-hari, membagi untuk orang tua, hobi, dana darurat, menabung, dana tak terduga seperti misalnya harus memanggil tukang service karena tiba-tiba saluran air mampet, kebutuhan untuk service kendaraan, membayar pajak, dll.  Selain mengontrol pengeluaran, lebih baik lagi kalau bisa menambah pemasukan bukan hanya dari satu sumber dan menghindari hutang apalagi untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif.

9. Jarang membuka Sosial Media

    Aku selalu mengalihkan perhatianku agar tidak kebanyakan scroll media sosial jika mempunyai waktu luang. Berusaha membuka smartphone hanya untuk membalas chat, membaca artikel atau mencari ide. Aku juga unsitall aplikasi-aplikasi yang tidak perlu.

10. Bersyukur dan Belajar Merasa Cukup

    Bersyukur masih punya pekerjaan saat ini, bersyukur masih bisa makan hari ini, beryukur masih diberi kesehatan, besryukur dengan apa yang dititipkan Allah karena semua ini hanyalah titipan dan Allah bisa ambil kapan saja. Belajar merasa cukup dengan apa yang ada sekarang. Alhamdulillah masih punya kendaraan walaupun motor butut. Alhamdulillah masih punya smartphone untuk berkomunikasi walaupun keluaran 3 tahun yang lalu dan hal-hal kecil lain yang patut disyukuri. Jangan sampai berhutang untuk memenuhi gaya hidup dan mendapatkan atensi dari orang lain. Kamu bukanlah poros dari dunia ini. Hidup dan bergayalah sesuai kemampuan.

    Begitulah hal-hal yang aku lakukan selama menjalani gaya hidup frugal dan minimalis. Semua bisa diseuaikan dengan kondisi masing-masing. Semoga bermanfaat.

10 Hal yang Harus Kita Terima Dalam Kehidupan

    Di tulisan kali ini aku mau sharing tentang 10 hal yang harus kita terima dalam kehidupan. Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman hidupku sendiri karena menolak kenyataan ini justru akan mempersulit hidup kita.

Photo by Nacho Juárez from Pexels

1. Kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Ada hal-hal yang memang tidak ditakdirkan untuk kita. Sekuat apapun kita berusaha untuk mendapatkannya.

2. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Akan ada saja orang yang tidak menyukai kita bahkan disaat kita berusaha untuk tidak menyakiti siapapun. Benci tanpa alasan itu mungkin saja terjadi dan kita sama sekali tidak punya kendali atas hal tersebut.

3. Terkadang kita merasa dunia ini tidak adil. Mereka yang punya power baik itu kekuasaan, harta ataupun koneksi lebih mungkin mendapatkan kemudahan dibandingkan yang tidak mempunyainya. Maka fokusnya bukan untuk bersaing dengan mereka. Tetapi bersaing dengan diri kita yang sebelumnya.

4. Kita tidak bisa merubah orang lain kecuali mereka memiliki kesadaran sendiri untuk berubah. 

5. Kita hanya bagian yang sangat kecil di dunia ini. Kita bukan siapa-siapa. Kita bukan pusat dari dunia ini. Maka tidak perlu berlebihan menganggap semua orang memperhatikan kita.

6. Kita tidak akan pernah puas kalau kita tidak belajar merasa cukup. Sifat alamiah manusia itu selalu mengingnkan yang lebih. Kalau ini terus dituruti, maka kita tidak akan pernah bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini dan kita tidak akan pernah merasa cukup.

7. Hidup itu tidak akan selalu menawarkan kebahagiaan. Kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran, merupakan bagian yang tidak mungkin terpisahkan dari kehidupan. Mau tidak mau, kita harus bersiap  untuk menghadapi segala perasaan yang akan menghampiri.

8. Tidak semua orang baik sama kita, tidak semua orang peduli sama kita, tidak semua orang bisa dipercaya. Maka jangan terlalu berharap kepada manusia. 

9. Kita tidak bisa menghindari pandangan, penilaian atau komentar dari orang lain. Baik itu yang disampaikan atau yang tidak disampaikan. Kita harus bisa hidup dengan banyaknya ketidaksetujuan dan ketidaksukaan orang lain terhadap kita.

10. Satu-satunya  yang tidak pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Kita harus bersiap dengan  kemungkinan bahwa apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai dengan rencana dan menikmati hal tersebut sebagai tantangan dari kehidupan. Kalau semuanya pasti, maka dunia ini tidak lagi menarik.

Semoga tulisan ini bermanfaat :)

Cara Perpanjang Paspor yang Sudah Expired 2023

    Ketika membuka dokumen-dokumen di rumah aku baru sadar bahwa pasporku akan berakhir bulan juni 2023. Pasporku adalah paspor biasa yang habis masa berlakunya setiap 5 tahun sekali. Sebenarnya paspor yang sudah expired masa berlakunya bukan diperpanjang sih, tetapi diganti dengan paspor yang baru. Pada tulisan kali ini, Aku akan sharing bagaimana cara perpanjang paspor yang sudah expired.


    Di zaman yang serba digital ini kita tidak perlu mengantri secara manual di Kantor Imigrasi. Kita bisa melakukannya secara online dengan menggunakan aplikasi M-Paspor yang teman-teman bisa download di playstore bagi pengguna android atau app store bagi pengguna ios. Setelah install aplikasinya di smartphone, kita bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Buka aplikasi M-Paspor dan login terlebih dahulu menggunakan akun kamu. Kalau belum memiliki akun, silakan registrasi dahulu.

2. Jika sudah berhasil login ke aplikasi M-Paspor, selanjutnya klik tombol "pengajuan permohonan". Lalu pilih "permohonan paspor reguler" atau bisa memilih "permohonan paspor percepatan" jika ingin sehari jadi, tetapi dengan biaya yang lebih mahal tentunya.

3. Setelah itu akan muncul halaman "Kuesioner Layanan Permohonan". Akan ada serangkaian pertanyaan yang wajib dijawab dan foto dokumen yang wajib di-upload. Pertanyaan-pertanyaan yang wajib dijawab, antara lain NIK KTP, NIK Kartu Keluarga, nomor paspor lama, negara yang dituju (ada opsi jika belum memiliki negara tujuan), dll. Dokumen yang harus di-upload adalah KTP dan paspor lama.

4. Selanjutnya aplikasi akan mendeteksi secara otomatis lokasi tempat kita tinggal dan kita bisa memilih Kantor Imigrasi yang terdekat yang bisa kita datangi. Setelah itu kita bisa memilih hari, tanggal dan jam datang ke kantor Imigrasi. Setiap kantor imigrasi bisa memiliki jam operasional dan kuota yang berbeda-beda. Meskipun online, kita masih tetap harus datang ke kantor imigrasi untuk melengkapi data.

5. Setelah memilih lokasi kantor imigrasi dan jadwal, kita wajib membayar biaya penggantian paspor. Biaya untuk penggantian paspor biasa 48 halaman adalah 350 ribu rupiah, biaya paspor biasa 48 halaman elektronik adalah 650 ribu dan biaya paspor percepatan adalah 1 juta rupiah. Pembayaran bisa dilakukan melalui ATM, m-banking, dan internet banking. Ada batas jangka waktu pembayaran sekitar dua jam dari waktu permohonan paspor, sehingga kita wajib melakukan pembayaran secepatnya. 

6. Setelah melakukan pembayaran, status pembayaran akan berganti menjadi "Sudah Terbayar" dan berwarna hijau. Ini memerlukan waktu sekitar 15 menit. Silakan refresh aplikasi beberapa kali. Nanti akan muncul bukti pendaftaran berupa kode QR. Cetak screen shoot bukti pendaftarannya ya. Kita juga bisa menjadwal ulang tanggal kedatangan ke kantor imigrasi setelah proses pembayaran sebanyak satu kali.

7. Setelah pendaftaran online selesai, kamu bisa mendatangi kantor imigrasi yang dipilih sesuai dengan jadwal pertemuan yang telah kamu tentukan sebelumnya. 

8. Pada saat mendatangi kantor imigrasi sesuai jadwal, berikan print screen shoot bukti pendaftaran kepada petugas dan petugas akan memberikan map khusus yang di dalamnya ada formulir yang harus kita isi. Berkas yang harus dibawa berupa paspor lama dan KTP yang asli bukan fotocopy, materai 10.000 1 buah, pulpen dan lem untuk melengkapi formulir dari petugas imigrasi. Pada map yang diberikan petugas imigrasi terdapat nomer antrian. Jadi, kita tinggal menunggu nomer antrian tersebut dipanggil. Sebaiknya datang setengah jam sebelumnya dari jadwal.

9. Bila sudah dipanggil, kita akan difoto, diambil data biometrik berupa sidik jari, dan diwawancarai. Kita juga akan ditanya beragam hal, antara lain seputar data diri, negara yang hendak dituju, kapan akan mengunjungi negara tersebut, dan bersama siapa mengunjungi negara tersebut. Proses ini memakan waktu sekitar 15-30 menit. 

10. Setelah foto dan wawancara, kita akan diberikan kertas berupa bukti pengambilan paspor. Proses untuk pengambilan paspor baru memakan waktu sekitar 4 hari kerja. Jadi, jika kamu datang ke kantor imigrasi hari senin. Kamu bisa mengambil paspornya pada hari jumat. Paspor baru bisa diambil ke kantor imigrasi langsung atau bisa dikirim via Kantor Pos ke Rumah atau Tempat Kerja. Tentu ada biaya lagi ya jika ingin diantar via pos.

11. Jika kita ingin mengambil paspor sendiri ke imigrasi, jangan lupa membawa bukti pengambilan paspor dan berikan kepada petugas. Petugas akan memanggil nama kita dan kita diminta untuk mengecek kembali data pada paspor kita. Jika sudah sesuai semuanya, maka kita bisa membawa pulang paspornya. Proses pengambilan paspor ini memakan waktu sekitar 10 menit. 

    Btw, update untuk masa berlaku paspor biasa ini bukan 5 tahun lagi, tetapi menjadi 10 tahun. Syukurlah bisa lebih lama. Mungkin segitu dulu tulisanku tentang sharing cara perpanjang paspor yang sudah expired. Semoga tulisan ini bermanfaat :)

Pengalaman Solo Traveling Ke Jogja Naik Kereta

    Pergi Ke Kota Yogyakarta atau biasa disebut Jogja tidaklah asing untukku. Aku sudah sering bolak balik ke sana sejak kecil. Berbagai kendaraan menuju ke Jogja dari Jakarta sudah pernah aku coba. Mulai dari kereta, bis maupun pesawat. Mungkin kalau bisa menggunakan kapal, aku akan mencobanya juga. Hehe. Menurutku kendaraan yang paling menyenangkan adalah menggunakan kereta. Selain cepat, harganya tiketnya juga affordable. 

    Aku memesan tiket kereta untuk keberangkatan dan kepulangan sekalian melalu website https://booking.kai.id/. Biasanya aku memesan kelas bisnis, tetapi sekarang sepertinya kelas itu sudah ditiadakan. Jadi, aku akan mencoba dua kelas, kelas ekonomi untuk keberangkatanku dari Jakarta ke Yogyakarta dan kelas eksekutif untuk keberangakatan dari Yogyakarta ke Jakarta. Aku memilih berangkat dengan kereta Senja Utama Yogyakarta dan pulang dengan menggunakan kereta Taksaka. Untuk harga tiketnya, kelas ekonomi Senja Utama Yogyakarta aku mendapatkan harga 280 ribu rupiah dan untuk harga kelas eksekutif Taksaka aku mendapatkan tiket dengan harga 530 ribu rupiah.

    Aku berangkat dari rumah jam 15.00 WIB menggunakan Commuter line lalu turun di stasiun Gondangdia. Selanjutnya aku memesan ojek online menuju stasiun Pasar Senen. Aku tiba di stasiun Pasar Senen pukul 16.30 WIB. Sedangkan kereta yang akan aku naiki akan berangkat 19.10 WIB. Aku memang sengaja berangkat dari rumah lebih awal karena agar punya spare time jika ada kendala di Jalan. Sesampainya tiba di Stasiun Pasar Senen, aku mencetak tiket yang sudah aku pesan melalui mesin pencetak tiket yang terdapat di Stasiun. Kita tinggal memasukan kode booking-nya. dan voila tiketnya tercetak.

Mesin pencetak tiket


 

    Sign system di stasiun ini sudah baik sih menurutku, jadi kita akan mudah menemukan tempat-tempat yang ingin kita tuju misalnya ingin ke Toilet atau ke Mushola. Jika kita pergi sendirian dan membawa barang yang lumayan merepotkan dan tidak mungkin membawanya kemana-mana misalnya ke Toilet atau ketika ingin shalat di Mushola, di Stasiun ini disediakan tempat penitipan barang. Satu jamnya dikenakan cost sebesar 5 ribu rupiah. Berlaku kelipatannya. Jadi, kita bisa tetap tenang dan merasa aman meninggalkan barang kita. Btw, untuk fasilitas toiletnya bersih, luas dan nyaman. Tapi tidak diperkenankan untuk mandi ya di sini. Hehe.

Tempat penitipan barang di Stasin Pasar Senen

    Sambil menunggu keretaku datang, aku memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Banyak tempat makan di sini. Ada juga minimarket. Untuk harganya memang agak sedikit pricey ya. Maklum namanya juga di tempat public transportation. Setelah selesai makan, aku menunggu di kursi tunggu yang telah disediakan. Kereta Senja Utama Yogyakarta berada di Gate 1. Ada dua Gate di sini. Sebaiknya tanyakan dulu kepada petugas kereta yang kita naiki berada di Gate berapa. Walaupun cuma ada dua Gate di sini dan Gate-nya berdekatan, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan kan supaya tidak lari terburu-buru. Sebelum kereta tiba kita tidak dipekenankan untuk masuk ke dalam Gate terlebih dahulu. Keretaku tiba pukul 18.30 WIB. Para penumpang segera antri di depan Gate, kita tinggal menunjukan KTP asli dan tiket yang sudah kita cetak kepada petugas pemeriksa. Jika kalian memesan melalui aplikasi KAI Access, tinggal menunjukan QR codenya saja. Kelas ekonomi Senja Utama Yogyakarta ini disebut Premium. Jadi di tiketnya tertulis PRE (nomor gerbong. Misalnya PRE-4) diikuti dengan nomer tempat duduknya. 

Tempat duduk di dekat Gate selama menunggu kereta datang

    Untuk kereta kelas ekonomi sendiri, mungkin terdapat sekitar 80 tempat duduk dan tempat duduknya dibagi dua di dalam satu gerbong. Separuh sejalan dengan jalannya kereta dan separuhnya lagi berlawanan arah dengan jalannya kereta. Jadi, seperti mundur. Aku mendapakan kursi di 1B dan itu berlawanan arah dengan jalannya kereta. Jarak antar kursi juga sempit dan mepet. Kalau kalian berbadan tinggi, lutut kalian akan menempel dengan bangku di depannya. Hehe. Kursi di kereta ekonomi sandaran tempat duduknya bisa kita dorong ke belakang. Kita bisa meletakan barang-barang kita di atas kabin yang disediakan. Untuk fasilitasnya sendiri, terdapat toilet di dalam kereta yang cukup nyaman menurutku, untuk AC nya sendiri kurang terasa, disediakan plastik untuk membuang sampah dan ada dua stop kontak yang terletak di bawah meja dekat jendela di masing-masing tempat duduk. Akan ada pramugari kereta yang lalu lalang yang menawarkan makanan dan minuman jika kita haus dan lapar. Kita bisa membayar dengan menggunan Qris ataupun Cash. 

Gerbong kereta kelas ekonomi

Kursi kereta kelas ekonomi

    Yang aku suka jika berpergian adalah bertemu orang baru. Teman seperjalana yang duduk di sebelahku adalah seorang Guru yang bekerja di sekolah swasta di Jakarta dan akan turun di Stasiun Purwokerto.  Karena ada long weekend, dia sekalian mudik. Ketika mengobrol dengannya wawasannya sangat luas. Dia bercerita pengalamannya mengajar dan seru sekali. Setelah asyik mengobrol, kami tidur. Perjalanan malam terasa gelap di luar jendela. Kereta tiba di stasiun Purwokerto pukul 00.30 WIB. Aku berpisah dengan teman seperjalananku. Aku masih harus melewati 5 stasiun lagi hingga sampai di tujuan akhir Stasiun Yogyakarta. Lumayan untuk tidur.

    Aku tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 03.30 WIB. Perkiraan waktu tibanya tepat waktu. Perjalanan sekitar 8 jam an. Suasana di luar Stasiun masih gelap. Ada banyak pilihan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan, ada booth grab, damri, taksi dan lain-lain di dalam stasiun. Di luar stasiun juga banyak yang menawarkan jasanya. Aku minta tolong untuk dijemput Pamanku yang memang tinggal di Jogja dan aku akan menginap di rumah Pamanku selama aku berada di Jogja. Buat yang ingin solo traveling, siapkan itinerary ya agar tidak kebingungan ingin menginap dimana dan mengunjungi destinasi wisata mana saja. Selain itu, menyusun rencana perjalanan juga akan membuat kita dapat mengatur pengeluaran sebaik mungkin.

 

Stasiun Yogyakarta

    Aku mengunjungi Jogja selama 3 hari. Tujuanku mengunjungi Jogja adalah mengunjungi saudara-saudara di Sini. Jadi, tidak ke tempat-tempat wisata. Aku sudah sering juga mengunjungi tempat-tempat wisata di Jogja dari kecil. Malioboro, Kraton Jogja yang terdapat pohon beringin kembar, Museum-museum, Candi-candi, pantai dan lain-lain. Hehe. Rumah pamanku terletak di Desa bukan di Kota. Jadi, sepanjang mata memandang terhampar sawah dan kebun. Pemandangan yang tidak aku temukan di Jakarta. Aku suka sekali naik sepeda menyusuri jalan. Walaupun panas, tetapi terdapat pohon-pohon rindang di tepi-tepi jalan dan udaranya sejuk. Aku pergi ke Sawah tempat pamanku menanam cabai yang sedang panen, lalu memberi makan lele di Kolam. Ketika panen tiba, orang-orang di Desa ini menjualnya ke pengepul di Desa yang nanti akan didistribusikan lagi ke Jakarta. Untuk hasil kebun, mobil Truk akan tiba di tempat pengepul jam 10 malam dan akan mengantarkan hasil panen tersebut ke Pasar Kramat Jati. Untuk hasil ternak juga di jual ke Pengepul. Sebelumnya ditimbang terlebih dahulu. Lalu akan di distribusikan ke pasar atau rumah-rumah makan biasanya.

Pohon-pohon cabai di Sawah

Hasil panen Cabai dikumpulkan dalam wadah

    Yang aku suka dari tinggal di pedesaan adalah udaranya yang masih asri, pemandangan yang hijau dan kesederhaannya. Makan siang dengan lauk pauk sederhana di Gubuk pinggir sawah sambil melihat pemandangan sekitar terasa nikmat. Mendengar adzan berkumandang dari Masjid terasa menentramkan. Para petani segera membersihkan dirinya dan menuju Masjid. Mereka sangat disiplin untuk urusan ibadah dan juga pekerjaan. Pemandangan ketika subuh tiba pun indah sekali. Bertaburan bintang-bintang yang terang benderang. Orang-orang di Desa masih ada yang beraktivitas dengan menggunakan sepeda ke Sawah atau ke Pasar. Rumah-rumah di Desa lebih luas halamannya dibandingkan rumahnya. Bertolak belakang dengan rumah di Kota yang sudah tidak punya halaman. Hehe. Kerangka atap rumahnya juga dibangun menggunakan kayu dan dibiarkan terbuka, tidak menggunakan plafon atau baja ringan. Masih tradisional sekali. Sehari sebelum kembali ke Jakarta, aku makan gudeg di sekitar Kampus UGM (Universitas Gajah Mada) namanya Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad. Range harganya berkisar dari 20 ribu an rupiah hingga 50 ribuan rupiah untuk menu satuan. Ada juga menu paketan. Untuk rasanya, ya namanya makanan khas Jawa, cenderung dominan manis. Tetapi menurutku gudeg ini terasa terlalu manis. Suasana tempatnya ramai. Di sekitar sini juga ada es krim Gelato dan toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Jogja.

Masjid di pinggir sawah

    Setelah menghabiskan 3 hari di Jogja, aku kembali ke Jakarta. Aku memilih keberangkatan pagi pukul 08.45 WIB agar bisa melihat pemandangan. Pamanku mengantarku ke Stasiun dan tiba pukul 08.30 WIB. Setelah melakukan pengecekan tiket kepada petugas, aku langsung menuju peron 5 dimana kereta Taksaka sudah tiba. Kali ini teman seperjalananku adalah Seorang Ibu yang baru pulang dari berlibur. Dia banyak sekali membawa barang dan memenuhi kabin di atas tempat duduk kami. Jadi, terpaksa aku menaruh barang-barangku di kabin penumpang sebelah. Sepanjang perjalanan, kami tidak banyak berbincang karena Ibu ini tidak suka berbincang-bincang sepertinya. Untuk kereta kelas eksekutif sendiri sangat nyaman menurutku. Satu gerbong berisikan maksimal 50 penumpang. Jarak antar kursi cukup jauh dan ada pijakan untuk kaki kita bersandar. Kalau mau menaruh barang di bawah pun masih bisa. Ada dua stop kontak di dekat jendela, meja lipat yang terdapat di kursi untuk makan dan plastik sampah. Selain itu juga ada lampu baca di bawah Kabin. AC nya juga menurutku terasa dan toiletnya juga nyaman. Sandaran kursinya juga bisa di dorong ke belakang. Kita bisa menyewa selimut dan bantal juga. Sama seperti kereta ekonomi, ada Pramugari yang lalu lalang menawarkan makanan dan minuman. Perjalanan dengan kereta Taksaka terasa lebih cepat karena hanya melewati 7 stasiun. Kurang lebih memakan waktu 6 jam an. Aku tiba di Stasiun Gambir pukul 15.30 WIB. Terlambat sedikit dari perkiraan waktu tiba jam 15.10 WIB. Setelah itu aku melanjutkan perjalananku lagi sampai tiba di rumah.

Pijakan Kaki

Suasana di dalam kereta Taksaka

    Mungkin segitu aja cerita perjalananku ke Jogja menggunakan kereta. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini dan membaca samapai selesai :)

10 Free Graphic Design Tools That Will Make Your Life Easier

    As a Graphic Designer, you know that the right tool can make all the difference when you’re working on a project. And, with the ever-changing landscape of technology, it can be hard to keep up with the latest and greatest software. Not to mention, the cost of some of the industry-leading programs can be prohibitive for some Designers. 

    But don’t despair! There are plenty of free graphic design tools that are just as good (if not better) than their expensive counterparts. In this article, I’ll show you the top 10 free graphic design tools that will make your life easier. So, whether you’re looking for a new program to try out or just want to save some money, read on!

Photo by Flo Dahm from Pexels
 

1. Canva

    Canva is a web-based design tool that offers a wide range of templates, graphics, and fonts for free. It’s perfect for creating social media graphics, flyers, and posters.

2. Gravit Designer

    Gravit Designer is a vector graphic design tool that you can download on your computer. It offers a range of features, such as layers, shape tools, and photo editing.

3. Inkscape

    Inkscape is a powerful vector graphic design tool that’s open-source and free to use. It offers many features similar to Adobe Illustrator.

4. GIMP

    GIMP (GNU Image Manipulation Program) is a free and open-source image editing software that can be used for tasks such as photo retouching, image composition, and graphic design. GIMP offers a wide range of tools and features, including layers, filters, and custom brushes.

5. Blender 

    Blender is a 3D modeling software that’s free and open-source. It offers a range of features, such as keyframe animation, sculpting, and camera tracking.

6. Paint.NET

    Paint.NET is a raster graphic design tool that’s perfect for beginner designers. It offers features like layers, filters, and effects.

7. Krita

    Krita is a free and open-source digital painting tool that’s perfect for artists and illustrators. It offers features like brush stabilizers, color palettes, and layers.

8. RawTherapee

    RawTherapee is a free and open-source raw image processor. It offers features like batch editing, color adjustments, and noise reduction.

9. Pixlr 

    Pixlr is a web-based image editor that offers a range of features like layers, filters, and effects. It’s perfect for quick photo edits and social media graphics.

10. SVG-Edit

    SVG-Edit is a free and open-source vector graphic design tool that’s perfect for designing logos, icons, and illustrations. It offers many features similar to Adobe Illustrator.

    Overall, the best free graphic design tool for you will depend on your specific needs and the type of designs you are creating. It's worth trying out a few different tools to see which one works best for you. I hope you find this article helpful. Thank you so much for visiting my blog :)

How to Choose a Laptop for Graphic Designers: 10 Tips to Help You Make the Right

    As a Graphic Designer, you know that your laptop is your lifeline. It’s the one tool that you can’t live without. So, it’s important to choose the right one. With so many options on the market, it can be overwhelming to try to find the right one. In this article, I'm going to share 10 tips to help you choose the best laptop for graphic design. I’ll cover everything from the type of processor you need to the features that are must-haves for any Graphic Designer. So, if you’re ready to find the perfect laptop for your needs, then keep reading!

Photo by Elvis from Pexels

 

1. Determine the size you need firstly

    You need to determine the size of the screen you need. Many Graphic Designers prefer a larger screen for better visibility, but a larger screen also means a heavier laptop. You may also want to consider portability and how often you’ll be carrying your laptop around. A 15-inch screen is a good balance between visibility and portability.

2. Look for a powerful processor 

    A powerful processor is crucial for graphic design work. Look for an Intel Core i7 or i9 processor or an AMD Ryzen 7 or 9 processor. These processors will give you the speed and power you need for demanding design software.

3. Choose a dedicated graphics card 

    A dedicated graphics card is a must-have for graphic design work. Look for a laptop with an NVIDIA or AMD graphics card with at least 8 GB of dedicated memory. This will allow you to work with complex designs and render images faster.

4. Consider the amount of RAM For graphic design work

    You should have at least 16 GB of RAM. This will allow you to work with multiple design applications and large files without experiencing lag or slow performance.

5. Look for fast storage 

    Choose a laptop with SSD storage, which will provide faster read/write speeds and quicker access to large files. A dual-drive setup, which includes an SSD and a traditional hard drive, is also a good option as it provides ample storage space with the speed of an SSD.

6. Check the color accuracy

    Color accuracy is crucial for graphic design work. Look for a laptop with an IPS display that has a wide color gamut and color accuracy of at least 75% AdobeRGB or 100% sRGB.

7. Consider the battery life 

    As a Graphic Designer, you’ll likely be using your laptop for extended periods of time without access to a power outlet. Look for a laptop with a long battery life of at least 8 hours to ensure you can work uninterrupted.

8. Look for good connectivity options

    Choose a laptop with multiple connectivity options such as USB-C, HDMI, and Thunderbolt 3 ports to ensure you can connect to external monitors, storage devices, and other peripherals.

9. Pay attention to the keyboard and trackpad 

    As a Graphic Designer, you’ll be typing and using the trackpad extensively. Choose a laptop with a comfortable keyboard that provides good tactile feedback and a responsive trackpad with accurate tracking.

10. Read reviews Before making a final decision

    Read reviews of the laptops you’re considering. Look for reviews from other Graphic Designers to get an idea of how well the laptops perform for design work.

    When choosing a laptop for graphic design, it's important to consider the following factors: display resolution, processing power, graphics card, storage, and portability. These laptops are a great starting point, but make sure to do your own research and choose the laptop that best meets your specific design needs and budget. I hope you find these tips helpful. Thank you so much for visiting my blog :)

10 Tips Untuk Para Kaum Hawa Yang Baru Pertama Kali Ingin Mendaki Gunung

    Gunung bukan merupakan zona nyaman bagi setiap orang. Perjalanan ke puncak gunung dan mendapatkan pemandangan indah itu butuh proses yang tidak mudah. Mendaki gunung menunjukan kamu berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan kemudahan hidup saat di Perkotaan. Mana ada tempat yang nyaman di Gunung? udara dingin, angin kencang dan medan pendakian yang terjal. Nggak ada yang nyaman. Hehe. Tapi, percayalah, saat kamu mau mendaki Gunung, kamu akan berterima kasih kepada alam. Alam akan memberimu inspirasi baru, kebijaksanaan baru dan pengalaman batin yang mendalam. Sehingga, mau tidak mau kamu akan dipaksa untuk terus bertumbuh.


    Berhubung aku adalah wanita yang dulunya suka mendaki gunung, tetapi sekarang sudah pensiun, aku akan sharing beberapa tips untuk para kaum hawa yang baru pertama kali ingin naik gunung. Ini aku rangkum sepengalaman aku ya.

1. Persiapan Fisik dan Psikis

    Buat kamu yang jarang olahraga, mulailah berolahraga minimal seminggu sebelum naik gunung agar otot-ototmu tidak tegang dan shock nantinya. Kamu bisa coba jalan cepat, jogging, berenang dan ketika di Kampus atau Kantor usahakan naik tangga agar nafasmu lebih panjang dan teratur saat di dataran tinggi nanti. Jangan manja! Minimal bisa mengurus diri sendiri saat pendakian agar tidak merepotkan teman.

2. Penting Untuk Tahu Perkiraan Tanggal Menstruasi

    Normalnya, lama siklus menstruasi terhitung dari hari pertama haid hingga terjadi kembali berada di kisaran antara 21–35 hari. Jika kamu mencatat haid sebelumnya terjadi pada 30 Januari dan hari pertama di bulan selanjutnya terjadi pada 23 Februari, maka siklus menstruasi pada tubuh kamu selama 25 hari. Patokan ini dapat membuat kamu memperhitungkan terjadinya menstruasi di bulan-bulan berikutnya. Namun, siklus tersebut juga dapat berubah setiap bulannya dan terbilang normal asalkan masih di rentang antara 21 hari hingga 35 hari.

    Aku pribadi tidak menyarankan untuk mendaki saat menstruasi karena fisik wanita lebih lemah selama menstruasi apalagi di hari pertama dan kedua serta mood-nya gampang berubah. Tapi jika ingin tetap mendaki di rentang tanggal kira-kira kamu akan mengalami menstruasi, persiapkan pembalut dan beberapa pakaian dalam bersih untuk berjaga-jaga. Jangan lupa bawa obat pereda nyeri haid. Letakkan bekas pembalut di kompartemen tersendiri dalam carrier-mu, selalu pisahkan dari barang yang lain.  Jangan malas mengganti pembalut demi menjaga kebersihan dan jangan pernah meninggalkan bekas pembalutmu di atas Gunung.

3. Bawa Produk Sanitasi

    Di atas Gunung nggak ada toilet, jadi mau gak mau kamu harus ikhlas buang hajat di alam terbuka. Aneh? Awalnya iya sih, tapi lama kelamaan juga biasa kok. kamu perlu membawa tisu basah dan tisu kering demi urusan bersih-bersih badan karena terkadang kita tidak bisa memperkirakan soal ketersediaan air. 

    Kalau rasa ingin buang air datang, segera carilah tempat yang tersembunyi. Pilihlah dataran rata yang lokasinya cukup jauh dari tenda, agar tidak ada pendaki lain yang melihat. Buatlah lubang dengan ranting pohon. Kamu bisa juga mengenakan ponco sebagai penutup supaya gak terlalu terekspos.

4. Pelajari Pertolongan Pertama

    Waktu mendaki itu banyak 'kejutan' biasanya. maka dari itu, penting untuk menguasai teknik pertolongan pertama. Hal-hal yang sering terjadi saat pendakian adalah pendarahan, terkilir, hiportemia dan asma. Minimal kamu membawa P3K kecil. Isi kantong P3K biasanya berisi betadine, kasa, gunting, koyo, plester gulung, plester luka instan, minyak kayu putih atau freshcare, asam mefenamat, paracetamol, norit, vitamin dan obat-obatan pribadi jika memiliki riwayat penyakit tertentu yang bisa saja kambuh saat dalam pendakian. Di Gunung gak ada Apotek. Sebisa mungkin sebelum mendaki, kamu harus konsultasi dengan dokter untuk periksa apakah kondisi tubuh aman untuk mendaki. 

5. Packing dengan Benar

    Tas carrier memiliki kapasitas yang besar untuk membawa perlengkapan kita selama berada di gunung. Kapasitas yang besar tersebut berpeluang akan membuat berat yang ditanggung oleh tas carrier akan semakin besar, sedangkan tas carrier tersebut akan digendong oleh kita selama kegiatan pendakian. Diperlukan cara packing carrier yang benar agar kita merasa nyaman dan tidak cepat merasa pegal karena membawa carrier selama berkegiatan di gunung.

    Sebelum barang dimasukkan ke dalam carrier sebaiknya dipisah dalam wadah kecil yang berbeda-beda. Misalkan baju ganti dalam wadah sendiri, bekal makanan dalam wadah sendiri, atau alat masak dalam wadah sendiri. Ini untuk memudahkan ketika ingin membongkar dan mencari barang yang diperlukan.

    Selanjutnya yang paling penting adalah posisi barang berdasarkan beratnya harus diperhatikan. Karena terkait dengan kenyamanan dan menghindari dari cedera selama perjalanan. Barang paling berat harus diletakkan dekat dengan punggung agar barang yang berat tidak membebani pinggul yang dapat menyebabkan susah melangkah. Barang dengan beban ringan bisa diletakkan paling atas atau paling jauh dari punggung. Selain itu, menyeimbangkan berat carrier antara sisi kiri dan kanan juga penting agar memudahkan dalam menjaga keseimbangan selama pendakian, apalagi saat melintasi jalur yang rawan dan berbahaya seperti saat berada di tepi jurang. Kemudian prioritas urutan barang dalam tas juga wajib diperhatikan. Jas hujan atau obat-obatan, itu wajib paling atas karena harus cepat dikeluarkan ketika darurat. Perlengkapan tidur seperti sleeping bag seharusnya berada paling bawah karena perlengkapan ini jarang dikeluarkan atau digunakan hanya ketika akan tidur saja.

    Btw, gak usah bawa perlengkapan yang gak perlu juga ya. Perlengkapan mandi seperlunya aja. Gak akan bisa luluran juga di Gunung. Prioritaskan barang-barang yang memang harus dibawa.

6. Persiapkan Pakaian Yang Nyaman dan Aman

    Selalu bersiap dengan membawa pakaian hingga kaos kaki cadangan serta baju hangat (jaket atau sweater) dari bahan yang cepat kering (pakaian khusus mendaki yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis). Sistem layering menjadi salah satu sistem yang bisa diterapkan ketika melakukan pendakian. Ada tiga lapisan yang setidaknya harus dipahami para pendaki mulai dari base layer, mid layer, dan outer layer.

    Base layer merupakan lapisan pertama yang harus dipakai sebelum mendaki. Selain memastikan pakaian mampu menyerap keringat, pada dasarnya base layer berguna menjaga kestabilan suhu tubuh, meski menghadapi temperatur yang ekstrem dan disarankan pilih yang berbahan poliester atau wol. Sedangkan, middle layer atau lapisan pakaian kedua biasanya berbentuk jaket yang bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat, meski berada di daerah dengan suhu relatif rendah. Kemudian, bagian outer layer biasanya berfungsi untuk menahan angin dan air agar pakaian di bagian kedua dan pertama tetap dalam kondisi baik. 

7. Lebih Baik Menggunakan Kacamata Daripada Kontak Lens

    Buat kalian yang terbiasa menggunakan lensa kontak, sangat tidak disarankan untuk menggunakanya saat naik gunung. Kenapa? Pertama, kondisi cuaca gunung yang kering dan berdebu kurang steril untuk penggunaan lensa kontak. Kedua, jadwal pendakian yang padat sering tidak memberikanmu waktu untuk copot-pasang-dan meneteskan cairan lensa. Menggunakan kacamata jauh lebih praktis dan aman kok. Pastikan kamu membawa kacamata cadangan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan pada kacamata utamamu.

8. Persiapan Makanan

    Selain barang yang perlu dipersiapkan, persediaan makanan dan minuman yang cukup serta survival kit yang di dalamnya terdapat peralatan untuk membuat api dan memasak juga tak boleh ketinggalan. Daripada membawa chiki-chiki yang tak bergizi, menuh-menuhin tas carrier, tidak mengenyangkan tetapi berkalori tinggi lebih baik membawa bahan makanan yang mengenyangkan dan mudah untuk dimasak seperti oatmeal, umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi (ubi cilembu enak banget ini dibakar di api unggun), roti tawar (sebaiknya sudah diolesi selai. Aku sarankan selai kacang karena kacang mengandung protein yang dapat menjaga kekuatan otot saat pendakian), sosis siap makan, abon, cokelat, madu, susu kemasan sachet atau siap minum, beras (ada kan beras sekarang dalam kemasan sachet tinggal disiram air panas jadi nasi. haha) dan air yang cukup.

    Kenapa aku tidak menyarankan mie instan? walaupun praktis dan enak, kandungan gizi pada mie instan rendah yang bisa menyebabkan mudah lapar kembali. Selain itu mie cenderung menyerap kandungan air dalam tubuh sehingga kita akan lebih cepat haus.

9. Mengajak Teman Wanita Lainnya

    Ada baiknya kamu ditemani mendaki paling tidak dengan satu teman wanita juga dalam satu kelompok. sesama wanita akan mengerti kebutuhan dan keresahan yang mungkin sedikit berbeda dengan laki-laki. Jadi ada teman berbagi.

10. Jujur Soal Kondisi Kesehatan Pada Rekan Pendaki

    Kalau kamu sudah merasa lelah dan tidak kuat melanjutkan perjalanan, bilang saja pada teman-teman satu tim-mu. Mereka pasti mengerti kok! Pulihkan tenaga dengan cemilan madu atau coklat. Luruskan kaki, ambil nafas, dan minum dulu. Lalu lanjutkan perjalanan. Jangan keseringan istirahat juga ya kan sudah latihan fisik sebelumnya. Kalau keseringan nanti mager jalan lagi. Haha. Keindahan pemandangan di puncak bisa jadi penyemangatmu untuk kembali melangkahkan kaki.

    Maaf ya tulisannya panjang banget. Namanya juga kaum wanita kan. Tapi ini demi kenyamanan dan keamanan juga. Jangan pernah takut mencoba! cobalah untuk pertama kali, dapatkan pengalaman dari itu. Dari pengalaman itu akan terlihat mana yang akan mencoba lagi dan mana yang akan mengakhiri. Awas ketagihan lho mendaki gunung. Semoga tipsnya bermanfaat.

9 Tips Mengontrol Pengeluaran Dengan Frugal Living

    Frugal living secara mudahnya dapat kita sebut gaya hidup hemat atau mengurangi pola hidup konsumtif. Hemat tidak sama dengan pelit ya. Dalam konsep hidup hemat bukan selalu mempermsalahkan harga semata namun kualitas pun menjadi bahan pertimbangan. Semua serba dihemat, serba dipangkas, pengeluaran lifestyle dikorbankan demi bisa menabung lebih banyak. Akan terjadi realokasi dari pengeluaran lifestyle ke menabung atau investasi. Ketika kita menerapkan gaya hidup frugal lalu mempuyai sebuah target yang lebih besar maka yang kita sisihkan untuk mencapai target itu akan menjadi lebih banyak.

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

    Menurut buku Your Money or Your Life karya Vicki Robin dan Joe Dominguez (2010), tren gaya hidup hemat berawal dari gerakan FIRE (Financial Independence Retire Early) di Amerika Serikat pada tahun 1992. FIRE adalah sebuah gerakan yang dimulai oleh pakar keuangan Vicky dan Joe untuk pensiun pada usia 40 tahun.

    Pada tahun 2007 gerakan ini kemudian semakin populer akibat terjadinya krisis keuangan. Saat itu masyarakat harus membatasi pengeluaran dan bertahan hidup dengan sedikit pengeluaran. Gaya FIRE kemudian menciptakan gaya hidup frugal living.

    Gaya hidup ini lahir akan kecemasan dari perilaku konsumtif yang jika terus dibiarkan maka akan berdampak pada masa depan tanpa tabungan hingga terlilit utang. Gaya hidup frugal adalah gaya hidup dengan konsep hemat yang bisa dilakukan siapa saja dan umur berapa saja berfokus pada kecermatan dalam pengeluaran. 

    Berikut 9 tips mengotrol pengeluaran dengan menerapkan frugal living menurut buku Your Money or Your Life karya Vicki Robin dan Joe Domingue.

1.  Jangan Window Shopping

    Window shopping adalah istilah yang sering digunakan untuk orang-orang yang suka melihat barang yang dipajang di sebuah toko atau katalog online, tanpa punya niatan untuk membelinya. Kalau sedang penat atau memiliki waktu luang cobalah untuk melakukan hobi atau kegiatan lain untuk mengalihkan perhatian. Kalau kita terus-terusan window shopping, sebentar-bentar buka aplikasi hijau, oren, biru yang tadinya kita tidak tertarik membeli, jadi tertarik membeli padahal barang tersebut tidak kita butuhkan.

2. Hiduplah Seusai Kebutuhan

    Tidak perlu mengejar style dan tidak terpengaruh trend. Ada gadget baru launching, tetapi gadget yang dipakai masih bisa digunakan ya tidak perlu membelinya. Apalagi sampai bela-belain cicilan demi gengsi dan buat flexing. Hehe. Jangan sebentar-sebentar self reward. Pastikan kebutuhan pokok sudah terpenuhi terlebih dahulu (sandang, pangan, papan). Pakaian buat ke kantor ada, masih bagus dan masih layak. Makan-makanan yang bergizi bukan cuma makan-makanan yang viral tetapi tidak tubuh kita butuhkan. Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, untuk kebutuhan dan bayaran sekolah sudah disediakan. Tagihan-tagihan bulanan atau tahunan sudah diperhitungkan seperti listrik, bpjs atau asuransi, pajak rumah, kendaraan, dll. Jika mempunyai hutang konsumtif segera dibereskan. Misalnya cicilan kendaraan.

3. Rawat dan Sayangi Apa yang Kita Punya

    Bukan hanya barang tetapi juga kesehatan. Contoh merawat barang misalnya service kendaraan secara berkala. Ganti olinya, isi bensinnya, dibersihkan, dll. Merawat dan menyangi apa yang kita punya akan memperpanjang umur barang kita juga. Kalau contoh merawat kesehatan misalnya kesehatan gigi, disikat 2 kali dalam sehari dan scaling gigi tiap 6 bulan sekali. Kalau gigi sudah bolong kan harus ditambal atau dicabut, kita tidak bisa mendapatkan gigi baru yang alami, yang ada menggunakan gigi palsu.

4. Pakai Sampai Rusak

    Misalnya sepatu lari. Kalau bawahnya sudah aus baru beli lagi bukan koleksi tapi gak dipakai buat lari. hehe. Daripada menggunakan sepatu lari yang sudah kurang layak, nanti ketika lari terpleset malah membahayakan dan menambah biaya rumah sakit. Kalau masih bisa diperbaiki, ya di sol saja daripada beli baru. Begitupun dengan barang-barang lainnya.

5. DIY (Do It Your Self)

    DIY adalah bikin sesuatu sendiri. Coba untuk meluangkan waktu untuk mencari tahu dan terus upgrade diri. Seringnya kita mencari-cari alasan sibuk, daripada membuat atau melakukannya sendiri, kita membayar orang untuk melakukannya atau kita membeli barangnya, padahal kita bisa melakukannya sendiri. Misalnya dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah. Jika ada kaleng cat bekas kita bisa memanfaatkanya menjadi pot tanaman. Bersihkan dulu kaleng tersebut lalu hias sesuai selera. Kita bisa melubangi bagian bawah kaleng tersebut untuk drainase. Gunakan paku dan palu untuk melubanginya. Setelah itu, baru masukan tanah dan tanaman atau bunga yang ingin ditanam. Selesai. Kita telah membuat kerajinan dari limbah.

6. Dana Antisipasi

    Dana antisipasi ini dana yang ditabung dari uang yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Misalnya smartphone yang kita pakai kira-kira akan berkurang performance-nya paling tidak 5 tahun lagi. Ntah jadi lemot, baterainya sudah tidak awet atau teknologinya sudah tidak relevan lagi. Maka kita sudah menyiapkan dana untuk mengganti smartphone tersebut karena smartphone tersebut penting untuk kita gunakan bekerja. Tentunya dengan pilihan smartphone yang sudah diriset dari jauh-jauh hari. Jadi disesuaikan dengan kebutuhan juga.

7. Beli Barang yang Kualitasnya Bagus

    Dengan membeli barang yang kualitasnya bagus, umur barang juga akan lebih panjang. Misalnya daripada membeli sepatu dengan harga 300 ribu tapi umur barangnya mungkin hanya setahun. Lebih baik menabung untuk membeli sepatu dengan harga 3 kali lipatnya tapi umur barang bisa sampai 5 tahun. Lihat depresiasinya juga. Bukan hanya sekedar harga.

8. Beli Barang dengan Harga yang Lebih Murah

    Maksudnya di poin ini adalah jangan terburu-buru membeli barang. Kita bisa compare harganya dari Toko ke Toko atau liat referensi lainnya di online shop. Kita juga bisa menawar barang. Misalnya ketika pergi ke toko sepatu, sepatu yang kita inginkan hanya tinggal barang display dan itu sesuai dengan ukuran kaki kita, coba negosiasi dengan pelayan tokonya apakah bisa ditawar karena ada noda sedikit tentunya dengan tidak memaksa ya.

    Kita juga bisa membeli barang bekas dengan kualitas yang masih bagus. Toh sama saja kan fungsinya. Jika ingin membeli barang bekas cek kondisinya dengan teliti ya. Kamu bisa coba cari-cari di carousell.

9. Cari Barang Penggantinya

    Cari barang pengganti (subtitutsi) di sini adalah misalnya ketika ingin membeli bahan makanan untuk memasak menu kalau harga telur lagi naik, kita bisa mengganti sumber proteinnya dengan tahu atau tempe atau kalau minyak goreng lagi mahal, cara memasaknya dengan mengurangi yang goreng-gorengan, bisa dengan dikukus atau dipanggang.

    Mungkin segitu aja tipsnya. Biasanya, dengan hidup hemat, kita mendapatkan hasil maksimal dari barang-barang kita. Jadi, kita bisa menggunakan barang yang benar-benar kita butuhkan. Selain itu, kita juga lebih berhati-hati saat ingin membeli barang. Apakah kita benar-benar membutuhkannya atau hanya menginginkannya? Semoga bermanfaat :)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Pages

Followers

Featured Post

Tips Tetap Tenang Menghadapi Persoalan Hidup

     Teman-temanku sering berkata bahwa hidupku enak, seperti gak ada beban atau punya masalah. Selalu terlihat happy , menjalani hidup yang...

Contact Me

Get in touch