Hello, I’M Nana

Welcome to My World

About Me

Graphic Designer

Assalamu'alaikum. Perkenalkan namaku Nana Rosdiana. Kalian bisa memanggilku Nana. Aku adalah seorang Graphic Designer, UI Designer dan Content Creator yang masih akan terus belajar. Website ini adalah catatan belajarku. Semoga bermanfaat ya untuk siapapun yang membacanya.

Mungkin bisa dibilang aku berkripadian ambivert yang merupakan gabungan kepribadian dari ekstrovert dan introvert dimana cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi.

Udah gitu aja perkenalan dirinya sepertinya. Hehehe.

Nana Graphic Designer

My Services

WHAT I CAN DO

Graphic Design

UI Design

Writing

Kreativitas bisa lahir di manapun, tak terkecuali di kamar tidur. Untuk mempermudah pekerjaanku sehari-hari, aku dibantu oleh aplikasi desain dari Adobe seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dan Adobe XD.

Terimakasih sudah mengunjungi rumahku ini. Silakan kunjungi portofolio aku di www.behance.net/nanarosdiana atau Instagram nanarosdiana dan untuk video-video seputar desain grafis silakan mampir ke Youtube Channel Nana Rosdiana . Semoga kita bisa berkolaborasi ke depannya. Salam kenal :)

  • Graphic Design 95%
  • UI Design 80%
  • Illustration 70%
  • Writing 80%

My Blog

MY BEST WORKS
Pengalaman Service Macbook (Lagi)

    Kalian pasti sebel kan ketika ada deadline menghitung hari lalu laptop tiba-tiba mati total? Itu yang aku alami ketika lagi-lagi macbook aku mati total. Sebenarnya ini bukan kejadian pertama kali macbook aku mati total. Kalau mau baca cerita sebelumnya silakan KLIK DI SINI. Kalau sebelumnya macbook pro aku keluaran tahun 2015 yang mati, sekarang macbook pro M1 yang tahun 2020. Padahal baru aku gunakan setahun. Dan itu selang 2 bulan aja kejadiannya dari macbook pro aku yang lama mati. 

Photo by Junior Teixeira from Pexels

    Awal mula kejadiannya terjadi, ketika aku selesai charger laptopku, aku cabut dari stop kontak seperti biasa. Setelah itu, aku tinggal ke dapur. Setelah aku kembali lagi, hardisk eksternal yang aku sambungkan ke laptop tidak berkedip lampu indikatornya. Aku mencoba menekan tombol power, menekan-nekan trackpad, tetapi tidak bisa menyala juga. Aku mencoba browsing dan menonton video bagaimana mengatasi macbook yang tiba-tiba mati total, tetapi tetap saja tidak berhasil. Aku mencoba mengontak temanku yang pernah service macbook aku sebelumnya. Tetapi dia sedang berada di Jogja. Baru pulang senin. Itu terlalu lama jika aku harus menunggu. Akhirnya aku mencoba ke salah satu Klinik Laptop yang ada di daerah Depok. Ini baru pertama kali aku menyerahkan laptopku untuk di-service kepada orang yang belum aku kenal sebelumnya karena aku orangnya gak mudah percaya sama orang lain. Bismillah.

    Setelah menceritakan kejadiannya dengan teknisi, beliau mencoba mengeceknya. Ruangan teknisinya tuh terbuka gitu jadi aku bisa lihat peralatan-peralatan yang digunakan. Ada mikrosop juga. Mungkin karena komponen laptop yang sangat kecil jadi perlu menggunakan mikrosop untuk melihat dengan jelas. Dia menyambungkan charger dari laptop ke stop kontak, di charger yang dia miliki itu ada semacam seperti temperatur. Kalau dalam keadaan normal, seharusnya angka yang ditunjukan pada alat seperti temperatur itu angkanya akan terus naik, tetapi macbook aku hanya stuck di angka 5. Dia perlu waktu lagi untuk mengecek lebih lanjut dan tentu saja laptop aku harus menginap. Dia memperkirakan bahwa biaya yang harus aku keluarkan adalah sekitar 3,5 juta. Hahaha. Duit semua tuh? udah beli laptopnya mahal, service-nya pun juga mahal. Manja sekali ini device. Laptopku yang sudah berumur 10 tahun saja masih bisa menyala. Ini baru setahun aku gunakan sudah mati total. Akhirnya aku tinggal macbook aku di tempat service itu. Adminnya memberiku selembar kertas persetujuan dan nanti akan dikabari jika service sudah selesai.

    Tiga hari setelah meninggalkan macbook di tempat service itu, belum ada kabar sama sekali tentang kondisi macbook-ku. Aku mulai overthinking. Hehe. Aku berinisiatif untuk mengontak tempat service-nya terlebih dahulu. Teknisinya bilang masih dalam progress pengerjaan dan akan dikabari lagi nanti kalau sudah selesai. Keesokan harinya aku tidak sabar, aku kontak kembali teknisinya, dia bilang masih dalam tahap pengetesan dan insyaAllah besok sudah bisa diambil, dia akan mengabari lagi. Keesokan harinya chat yang paling aku tunggu adalah chat dari teknisinya. Berharap macbook-ku bisa ku bawa pulang. Aku bolak balik mengecek hp-ku. Belum ada juga. Ketika jam 5 sore, baru aku dapat kabar bahwa laptopku sudah bisa diambil. Karena mepet dengan waktu magrib, jadi aku bilang akan mengambilnya habis magrib.

    Aku bersiap mengendarai motorku ke tempat service. Jaraknya sekitar 10 km mungkin dari rumah. Setelah sampai di tempat service, teknisinya menjelaskan bahwa penyebab macbook aku mati total adalah masalah logic board-nya. Jadi di-repair dulu dan diganti regulator-nya karena konslet. Kemungkinan karena arus listrik dan itu tidak bisa dipredeksi. Sepertinya aku harus membeli stabilizer nih supaya arus listrik lebih stabil. Lumayan juga harga service-nya. Sebelumnya temanku yang service macbook aku satu lagi bilang, kemungkinan logic board aku rusak juga karena arus listrik. 

    Aku berharap ini yang terakhir deh aku harus service macbook karena amat sangat menguras kantong. Atau aku ganti ke laptop windows aja ya? Hehe. Semoga pengalamanku bermanfaat dan device kalian sehat-sehat ya. Aamiin :)

Pengalaman Telinga Berjamur (Otomikosis) part 2

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Allah tuh memberi kita ujian pasti ada hikmahnya. Tapi seringnya kita yang berburuk sangka duluan sama Allah. Kenapa aku yang harus mengalami? dunia ini gak adil banget dan mulailah muncul kata-kata putus asa dan air mata yang tak berkesudahan. Ya, namanya juga manusia ya. Hehe. Aku gak nyangka banget banyak yang DM ke instagram dan twitter aku menanyakan pengalamanku tentang telinga berjamur atau otomikosis yang pernah aku tulis di blog ini sebelumnya. Buat teman-teman yang mungkin belum dan ingin baca, bisa baca part satunya dengan  KLIK DI SINI. Pertanyaan yang aku terima umumnya sama dan berulang-ulang menanyakan rumah sakitnya dimana, lalu nama dokternya siapa, setelah berobat itu masih kambuh atau tidak, dan lain-lain. Di tulisan ini aku akan ceritakan lebih lanjut semuanya karena takutnya aku sedang tidak bisa fast respon membalas DM di instagram atau twitter, tapi kalian perlu info ini secepatnya. Aku berharap tulisan ini bisa bermanfaat.

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

    Allhamdulillah selama aku hidup, aku pribadi belum pernah berurusan dengan sakit yang sampai harus berhubungan dengan rumah sakit. Jika mengunjungi rumah sakit hanya dengan tujuan untuk menjenguk saudara, teman atau kerabat yang sakit. Doakan aku selalu sehat ya. Aku paling hanya sakit demam, flu, batuk yang bisa ikhtiar sembuh dengan membeli obat di warung atau apotek. Mengalami telinga berjamur atau otomikosis sangat berkesan untukku dan aku akan ingat seumur hidupku. Pertama kalinya ke rumah sakit sendirian, mengunjungi ke beberapa rumah sakit berharap agar bisa sembuh, bolak balik konsul dengan dokter THT seminggu bisa dua sampai tiga kali kunjungan. Sudah sampai lebih dari 10 kali konsul belum ada perubahan. Sempat beberapa kali putus asa. Apakah penyakit ini tidak bisa sembuh? mulai muncul kekhawatiran, Bagaimana jika pendengaranku tidak bisa normal kembali dan harus berurusan dengan rumah sakit seumur hidupku? tidak bisa aku bayangkan.

    Hampir setiap hari aku berselancar di dunia maya untuk mencari tahu tentang penyakit ini, mulai dari penyebabnya apa, bagaimana cara menanganinya dan sebagainya. Tentu saja aku mendapat beragam jawaban dan aku tidak tahu apakah cara menangani penyakit ini akurat seperti yang aku baca di artikel-artikel atau malah makin memperburuk keadaan. Info tentang penyakit ini sangat sulit aku dapatkan. Sangat jarang orang yang pernah mengalami penyakit ini sharing. Jikapun ada, tidak sampai selesai apakah dia sudah berhasil sembuh atau belum. Aku komen dan mengirim email yang memang mencantumkan alamat emailnya ke beberapa blogger yang sharing pengalamannya mengenai sakit telinga yang pernah mereka alami. Ada yang membalas emailku dan ada juga yang tidak. Aku tidak tahu emailnya aktif atau tidak kan. 

    Selain itu, aku juga sharing dengan teman-temanku apakah ada yang pernah mengalaminya. Dari beberapa informasi yang aku kumpulkan itu dan setelah berkesperimen datang ke beberapa rumah sakit, munculah nama seorang Profesor yang membuatku penasaran. Aku mencari profile tentang Profesor ini dan dimana dia membuka praktek. Ternyata namanya sudah sangat terkenal dan sudah teruji kapabilitasnya di dunia THT. Nama Profesornya adalah Profesor Helmi. Kalian bisa googling profile Beliau. Beliau praktek di RS SS Medika Salemba, Jakarta Pusat. Ini alamat websitenya KLIK DI SINI. Di sana tertera alamat, maps, nomer Rumah Sakitnya dan info lainnya. Aku berobat di akhir tahun 2020 dimana virus covid19 sedang melanda dunia. Jadi, untuk booking konsultasi dengan Prof. Helmi harus menelpon pada hari yang sama untuk mendapatkan nomer antrian. Pendaftaran dimulai jam 7 pagi. Tetapi, aku kurang tahu sekarang update-nya seperti apa. Jadi, lebih baik telepon dulu rumah sakitnya untuk tahu prosedur pendaftarannya. 

    Aku hanya ditangani oleh Prof. Helmi sekali saja karena beliau akan cuti seminggu, jadi kontrol selanjutnya aku akan ditangani oleh dr. Susana yang praktek di rumah sakit itu juga. Aku kontrol setiap 3 hari sekali untuk diganti tamponnnya oleh dokter. Alhamdulillah 3 kali kontrol atau sekitar sembilan hari pengobatan sudah dinyatakan sembuh. Telingaku sudah bersih dari jamur. Pengobatan telinga berjamur ini tidak bisa hanya sekali kontrol ya. Jadi, tuntaskan sampai benar-benar dinyatakan bersih. Kondisi setiap orang berbeda-beda. Mungkin bisa lebih cepat atau lebih lambat. Tapi rata-rata 3 kali kontrol sudah bersih dari jamur. Untuk biaya pengobatannya sendiri, jika ditangani Prof. Helmi itu sekitar 700 rb. Jika ditangani dr. Susana sekitar 350 rb. Biaya itu sudah termasuk konsul dan tindakan. Itu harga ketika aku berobat di tahun 2020 ya. Aku menggunakan biaya mandiri. Jika ingin menggunakan asuransi atau lainnya silakan ditanyakan saja terlebih dahulu saja.

    Alhamdulillah sampai sekarang telinga aku baik-baik saja dan semoga akan selalu baik-baik saja. Aku tidak lagi menggunakan cotton bud untuk membersihkan dalam telinga. Penggunaan cotton bud justru akan mendorong kotorannya semakin ke dalam. Jadi, kata dokter nanti serumen atau kotoran telinga akan keluar sendiri dari gerakan rahang kita mengunyah, tertawa dan berbicara. Jika pendengaran kalian agak terganggu, sebaiknya dicek saja ke dokter. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Hehe. Biaya berobat ke spesialis mahal gaes.

    Banyak banget hal baik yang aku dapatkan dari penyakit ini. Selain untuk belajar bersabar, Aku juga jadi menambah teman karena berkomunikasi dengan teman-teman lain yang belum aku kenal yang mengalami penyakit ini juga. Jadi saling sharing. Ada yang bahkan sampai ke luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan aku sampai pernah dapet project design dari salah satu pembaca blog aku karena sharing tentang penyakit ini. Dia jadi tahu profesi aku sebagai Graphic Designer. Mungkin kalau aku tidak terkena penyakit ini, tidak akan pernah ada tulisan ini. Buat kalian yang sedang mengalami otomikosis, semoga Allah menguatkan dalam menjalani proses penyembuhannya, sabar, ikhlas, terus berdoa serta tetap optimis bisa sembuh ya. Semangat! semoga tulisan ini bermanfaat :)

10 Rekomendasi Buku untuk Belajar Desain Grafis

    Apakah menjadi Desainer Grafis perlu membaca buku? kan cuma gambar-gambar aja kerjaannya (yang ada di pikiran orang-orang). Hehe. Tentu perlu juga dong mencari literature untuk mengembangkan ilmu. Dalam dunia desain grafis, ada buku teknis dan buku teori. Buku teknis dalam tulisan ini maksudnya buku-buku yang menjelaskan secara teknis desain grafis. Misalnya buku cara menggunakan aplikasi-aplikasi untuk mendesain. Dimulai dari membuat ukuran canvas, menggunakan tools dan lain sebagainya. Sedangkan buku-buku teori menjelaskan dasar-dasar desain grafis. Misalnya, buku tentang teori warna, bagaimana mengkombinasikan warna, apa saja makna dari masing-masing warna, pengaruh psikologi dalam pemilihan kombinasi warna, dan lain sebagainya. Buku teknis banyak banget tersedia di toko buku sedangkan untuk buku teori bertema desain di Indonesia cukup sulit ditemukan. Sehingga lebih banyak referensi dari buku luar.

 

    Buku-buku desain grafis biasanya dicetak full color dengan kertas art paper. Jadi seperti membaca majalah gitu. Buat aku pribadi, harganya lumayan mahal sih kalau beli buku fisik karena memang kualitas kertas, tinta dan cetaknya berbeda. Ya, bayangin aja kalau buku teori warna tetapi penjelasan dalam bukunya hitam putih. Gak kelihatan warnanya. Hehe. Kalian juga bisa membaca versi ebook-nya kalau dirasa membeli buku fisiknya mahal. Hal-hal yang dipelajari dalam dunia desain grafis itu luas, jadi gak cuma sekedar mempelajari fundamental bagaimana membuat desain yang baik aja melainkan bagaimana berkomunikasi dengan klien, berpikir out of the box, psikologi manusia, branding, dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini, Aku akan merekomendasikan buku-buku yang berhubungan desain grafis baik dari dalam negeri ataupun dari luar yang menurut aku bagus dan memberi insight. Cekidot!

1. Steal Like an Artist

    Buku yang ditulis oleh Austin Kleon ini memberikan cara-cara praktis agar dapat menjadi kreatif yang dapat membuka pikiran kita bagaimana kita bisa mendapatkan ide dalam membuat sebuah karya. Salah satu kalimat yang saya ingat dalam buku ini adalah "All creative work builds on what came before. Nothing is completely original".

 

2.  Change by Design

    Buku ini ditulis oleh Tim Brown. Buku ini menjelaskan bagaimana design thinking membantu proses dalam mendesain. 

 

3. Grid System in Graphic Design

    Sebagai Seorang Desainer Grafis tentu penting bagi kita untuk mempelajari grid system. “The grid system is an aid, not a guarantee. It permits a number of possible uses and each designer can look for a solution appropriate to his personal style. But one must learn how to use the grid; it is an art that requires practice.” Josef Müller-Brockmann.

 

4.  100 Things: Every Designer Needs to Know About People

    Buku karya Susan Weinschenk ini membahas 100 hal tentang people berdasarkan jurnal-jurnal dan riset-riset yang dirangkum oleh penulisnya. Hal-hal atau fakta-fakta ini bisa jadi pertimbangan kamu dalam membuat desain.


5. How To Be a Graphic Designer, Without Losing Your Soul by Adrian Shaughnessy (2010): Adrian Shaugnessy

    Buku ini memberi insight arah karir dan pasar kerja untuk Desainer Grafis dimana membuat pekerjaan desain grafis menjadi sesuatu yang benar-benar menghasilkan.


6. Color Design Workbook: A Real World Guide To Using Color In Graphic Design” By Sean Adams

    Buku ini berfokus untuk membahas dan menjelaskan dasar-dasar teori warna yang dapat membantu kamu meningkatkan pemahaman tentang warna secara umum.


7. Creating a Brand Identity: A Guide for Designers

    Buku ini berisi tentang bagaimana menciptakan identitas merek dengan baik dan juga menjelaskan bagaimana cara mem-branding sebuah merek dengan sempurna. 

8. Buku-buku Desain Karya Surianto Rustan

    Buat anak-anak desain pasti familiar dengan penulis buku ini karena sering menjadi referensi dalam penulisan tugas akhir atau skripsi dan pastinya berbahasa Indonesia. Hehe. Ada buku yang membahas tentang logo, layout, tipografi sampai bisnis desain. 


 

9. Tipografi Dalam Desain Grafis

    Buku karya Danton Sihombing ini penting untuk dibaca! Apalagi jika kamu selama ini terlalu cuek untuk memaknai huruf yang dipakai di mana pun, terutama di buku, tampilan web, tampilan presentasi, dan lain-lain. Hehe.


10. Sila ke 6 : Kreatif Sampai Mati

    Buku ini ditulis oleh Wahu Aditya yang memprovokasi pembaca agar mengubah pola pikir menjadi kreatif dan Membahas banyak hal yang bisa dibangun dengan kreatifitas. Buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar yang lucu dengan bahasa yang santai. Hehe.

     Mungkin itu dulu rekomendasi buku-buku desain yang pernah aku baca. Tentu saja masih banyak buku lainnya yang bisa kamu baca untuk memperkaya ilmu. Semoga bemanfaat :)

Tips Jika Kehilangan Smartphone

    Zaman digital dan teknologi yang semakin berkembang pada saat ini, smartphone sudah menjadi kebutuhan pokok yang membantu aktivitas manusia. udah kayak mau nulis latar belakang skripsi aja nih. wkwkwk. Kalau sehari gak pegang smartphone kayak ada yang hampa dan bikin galau. Padahal gak ada juga yang chat. Hehe. Gimana kalau sampai smartphone sampai hilang? serasa kacau kehidupan duniawi karena aktivitas mulai dari urusan perbankan, dompet digital, kontak teman lama, file dan draft kerjaan, foto-foto yang belum sempat di backup, koordinasi dengan banyak pihak semua di sana. Smartphone-nya insyaAllah bisa beli lagi, tapi mungkin tidak semua data-datanya bisa terselamatkan. Selain itu, buat orang-orang yang punya nomer hp tetap bukan tipe yang beli simcard lalu ngincer bonus-bonus paket datanya selanjutnya dibuang, nomer hp sudah seperti identitas karena bisa "nyangkut" kemana-mana dan nomernya sudah dikenal oleh banyak pihak. Takutnya disalahgunakan juga.

    Aku pernah kehilangan smartphone sekitar tahun 2020. Aku baru menggunakannya selama 4 bulan dan setelah itu diambil orang ketika aku sedang berbelanja di salah satu Supermarket. Aku tidak sadar karena smartphone itu aku letakan di kantongku. Aku biasa membuat list belanjaaan di notes. Baru aku letakan sebentar di saku jaket dan aku mengambil pisang, smartphone-ku sudah lenyap. Hehe. Mungkin bukan rezekiku juga sih dan untuk intropeksi diri supaya lebih waspada lagi. Baru kemarin tetanggaku hilang smartphone-nya. Saat sudah tiba di rumah, dia ingin mengecek smartphone-nya yang masih ada di dalam ransel, tetapi smartphone-nya sudah tidak ada. Dia ke rumahku meminta bantuan untuk misscall, tetapi tidak ditemukan juga. Dia curiga ada yang mencuri smartphone-nya ntah di stasiun yang crowded ketika dia memasukan smartphone-nya ke dalam tas atau ketika di angkot. Bukannya ingin demotivasi, tetapi jika smartphone sudah dicuri orang lain, harapan bisa ditemukannya sekitar 0,5 persen. Hanya atas izin dan kasih sayang Allah smartphone itu bisa kembali ke tangan kita. Itu juga kalau masih rezeki kita. Terus harus gimana dong kalau kehilangan smartphone selain sedih? walaupun tidak bisa mengembalikan smartphone-nya, tapi kita bisa berusaha untuk agar akun-akun kita paling tidak bisa selamat.

    Oke pada kasus kehilangan smartphone ini, aku dan tetanggaku menggunakan smartphone android. Jadi, aku akan share hal-hal yang dilakukan ketika kehilangan smartphone berdasarkan pengalaman.

1. Buka Aplikasi Find My Device

    Pertama aku menggunakan aplikasi "Find My Device" yang memang aku sudah install di smartphone-ku. Kita tinggal memasukan email dan password akun google yang sama dari smartphone yang hilang. Dari situ bisa terlihat kapan dan dimana lokasi terakhir smartphone kita aktif. Gambar bisa dilihat KLIK DISINI. Di sana juga ada 3 pilihan, "Play sound", "Secure device" dan "Erase Device". Di sana ada keterangannya apa yang akan kalian lakukan dengan device kalian yang hilang itu. Kita bisa juga membukanya melalui email akun google yang sama di laptop kita. Tinggal pergi ke menu "Account".  Lalu pilih "Security". Selanjutnya, Scroll ke bawah aja cari "Your Devices" lalu klik yang "Find a lost device". Lalu akan ada tampilan maps. Tapi ini cara ribet. wkwkwk. Mending cara pertama aja. Kalau smartphone kalian cuma satu, bisa pinjam teman, tetangga atau siapapun ketika kalian sadar smartphone kalian hilang supaya bisa dilacak sedini mungkin. 

    Lagi-lagi aku bukannya demotivasi, tetapi pencuri jaman sekarang semakin pintar dari aplikasi pencegahan pencurian. Hehe. Pencuri kan memang sudah niat mencuri ya, mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Jadi, dia bisa tetap mematikan smartphone walau smarphone kita pake finger print, face, pin dan metode keamanan lainnya. Kalau smartphone sudah mati, tinggal cabut simcard-nya lalu buang supaya tidak bisa dihubungi lagi. Aplikasi Find My Device kalau kasusnya smarphone dicuri, biasanya berakhir dengan menemukan titik lokasi dan waktu terakhir smartphone tersebut aktif. Lalu buat apa kalau tidak bisa mengembalikan smartphone-nya? Ini masih tetap bisa berguna. Aku akan jelaskan di point keenam.

2. Blokir Nomer Handphone

    Kalau nomer handphone kalian penting, itu menyangkut ke urusan duniawi dan banyak pihak, sebaiknya blokir nomer handphone tersebut biar tidak disalahgunakan. Walaupun kebanyakan dalam dunia pencurian smartphone mereka hanya butuh smartphone-nya, lalu simcard dibuang. Tetapi kita tidak tahu tipe pencuri smartphone kita seperti apa. Ini buat jaga-jaga aja supaya nomer handphone kita tidak disalahgunakan. Kalian bisa telpon call center atau DM di twitter operator yang kalian gunakan untuk dibantu blokir nomernya. Nanti kita bisa aktifkan lagi nomer handphone kita yang hilang dan kita mendapatkan simcard baru (nomernya sesuai dengan nomer yang hilang) dengan datang ke Gallery operator yang kita gunakan dengan membawa data-data yang dibutuhkan.

    Oh iya kalau dapat simcard baru, simcard tersebut kembali ke fitri, jadi kontak-kontak yang disimpan di simcard hilang. Sebelum kenapa-kenapa smartphone-nya (semoga kita selalu dilindungi) sebaiknya backup kontak-kontak darurat yang sering dihubungi misalnya di phone book.

3. Blokir Aplikasi Perbankan

    Jika kalian menggunakan aplikasi mBanking di smartphone, sebaiknya blokir rekening yg terdaftar di mBanking. Lagi-lagi demi keamanan. Kita gak tau secanggih apa pencuri smartphone kita. Ya walaupun saldonya cuma 50 ribu. Tapi kan lumayan juga buat anak kosan mah. Wkwkwk. Kita bisa telpon call center bank yang kita gunakan untuk dibantu diblokir. Ya walaupun untuk mengaktifkannya lagi, kita perlu datang ke Bank dengan membawa data-data yang diperlukan, tapi seenggaknya bisa meminimalisir penyalahgunaan.

4. Blokir Aplikasi Dompet Digital

    Kalau kamu pengguna dompet digital seperti gopay, ovo, dana, dll. Ini optional aja sih kalau mau blokir. Tetapi aku tidak melakukannya karena aplikasi-aplikasi ini juga akan logout otomatis kalau kita install di smartphone yang baru dengan data yang sama seperti smartphone kita yang hilang.

5. Sign out Email dari Smartphone

    Kalau kalian adalah tipe orang yang tidak pernah sign out email di smartphone, apalagi emailnya banyak yang dibuka dan penting semua sebaiknya sign out saja emailnya dari device yang hilang tersebut. Caranya dengan kalian login email-email yang mau dikeluarkan menggunakan device lain misalnya laptop. Lalu pergi ke menu account. pilih security. Lalu cari your device. Selanjutnya cari nama smartphone kalian yang hilang itu. Misalnya Samsung A52. Lalu sign out. Jadi email kita sign out otomatis dari smartphone yang hilang tersebut kalau aktif kembali.

6. Bikin Surat Laporan Kehilangan Ke Kepolisian

    Selanjutnya, yaitu membuat surat kehilangan di kantor polisi. Buat apa? bukan buat menemukan smartphone-nya kembali dibantu Pak Polisinya ya. Aku tidak ingin PHP buat yang baca. Hehe. Tetapi untuk selanjutnya digunakan mengurus membuka kembali nomer handphone dan mBanking yang telah diblokir pada nomer 2 dan 3. Ceritakan ke Gallery Operator dan Bank yang dituju bahwa kita kehilangan smartphone dan kita ingin membuka kembali nomer handphone dan mBanking yang diblokir. Dibuktikan dengan surat kehilangan dari kepolisian itu. Nanti akan diarahkan prosdurnya seperti apa oleh Customer Service operator seluler dan petugas Bank-nya.

7. Ganti Password Social Media

    Ini juga optional sih. Kalau sosmed kalian penting, lebih baik login di device lain misalnya di laptop dan ganti password-nya.

    Saran dari aku, sebaiknya kita tidak menaruh catatan penting di notes smartphone. Tahu lah ya "catatan penting" yang aku maksud apa. Lebih baik sih kalau punya dua smartphone. Jadi beda fungsi smartphone yang satu dan yang satunya lagi. Misalnya yang satu untuk pekerjaan dan yang satunya untuk pribadi. Tapi kalau dirasa repot dan hanya punya satu smartphone, sebaiknya minimalisir mungkin data-data di smartphone. Misal install mBanking dua Bank saja dan digunakan seperlunya. Jadi, nanti kalau mau blokir gak repot. Backup data secara berkala lebih baik. Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Mungkin segitu aja tips dari aku. Semoga tips ini berguna. Buat pencuri smartphone kalau baca tulisan ini, carilah rezeki yang halal. Semua sudah ada rezekinya tinggal bagaimana kita menjemputnya. Gak kasihan kalau kalian punya keluarga yang dikasih makan dari hal yang tidak halal? Pertanggungjawaban di akhirat lebih berat. Hanya Allah yang Maha Membolak balikkan hati. Semoga Allah melembutkan hati kalian dan berhenti dari pekerjaan tidak halal ini. Aamiin

Tips Menghindari Plagiarisme Desain Di Dunia Maya

    Ketika aku sedang membuka sebuah platform video, ada sebuah video menarik dimana seorang Content Creator sedang curhat dengan wajah kesal karena video tutorial desain yang dia buat ditiru atau dibuat ulang oleh Conten Creator lain di platform yang berbeda. Padahal dia sudah bersusah payah melakukan eksperimen untuk menghasilkan karya desainnya yang dia bagikan cara membuatnya untuk publik. Hal seperti ini sudah sering terjadi di sekitar kita, plagiarisme dalam sebuah karya, baik itu tulisan, lagu, desain, produk, kemasan, brand, dll. Pada kesempatan kali ini, aku akan membahas plagiarisme seputar dunia desain yang terjadi di dunia maya.

    Plagiarisme adalah penjiplakan yang dilakukan secara sengaja. Ketika kita sudah mengunggah (upload) karya kita ke dunia maya otomatis kita harus siap jika karya kita ditiru, digunakan tanpa izin (kalau gak ketauan) atau dimodifikasi oleh orang lain. Kenapa seperti itu? karena apapun bisa kita searching melalui google dan tidak semua orang paham tentang copyright. Kalau karya kita tidak ingin dibajak, ya tidak usah menggunggah karya kita ke platform media manapun. Simpan saja sendiri dan dinikmati sendiri, tidak usah ditunjukan ke publik. Dijamin gak ada yang plagiat dan meniru karya yang kamu hasilkan itu. Kan tidak ada yang tahu. Itu tipsnya dan tulisan ini selesai. Haha. Ampuh kan?

    Walaupun plagiarisme secara digital tidak bisa dihindari, tetapi ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya plagiarisme pada karya kita. Aku akan mencoba memberikan tips untuk menghindari plagiarisme digital.

1. Deskripsikan Karya Secara Rinci

    Ketika kita upload karya atau portofolio kita ke media sosial deskripsikan secara rinci apakah karya tersebut boleh digunakan secara bebas baik untuk personal maupun komersial atau hanya boleh digunakan secara personal saja atau bila ingin menggunakan harus credit atau hanya meminta izin kepada pembuatnya atau tidak boleh digunakan sama sekali? ini harus diperjelas.

2. Berikan Watermark

    Watemark adalah sebagai tanda kalau karya itu merupakan karya kita. Bisa berupa logo kita, paraf disertai nama kita atau teks. Ukuran untuk watermark bisa satu halaman penuh atau hanya tanda kecil di sudut desain. Jika ingin membuat watermark satu halaman penuh, sebaiknya gunakan opacity yang lebih rendah agar karya tetap bisa terlihat dan kalau untuk watemark ukuran yang kecil, bisa dibuat dengan jelas. Kalau saran aku, tempatkan watermark di tempat yang kira-kira sulit dihilangkan, paling nggak butuh effort untuk menghilangkannya. Hehe. Kalau butuh effort kan orang biasanya malas.

3. Upload dengan Resolusi Lebih Rendah

    Semakin rendah resolusi gambarnya, maka akan semakin 'pecah' ketika kita zoom in. Apalagi jika ingin dicetak ke ukuran besar, hanya akan terlihat titik-titik pixel-nya. Jika ingin menggunakan karya yang kita upload, pihak tersebut harus mencari file high resolution desain itu dan mau gak mau meminta izin.

4. Mendaftarkan Hak Cipta

    Khusus untuk desain yang memiliki nilai ekonomi, misalnya logo yang merupakan salah satu bagian dari branding, sebaiknya didaftarkan hak ciptanya melalui HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Sayang banget kan kalau nanti produknya sudah dikenal atau perusahaannya sudah besar, logonya malah jadi sengketa.

5. Tegur Bila Menemukan Pelaku

    Ketika kita mengetahui ada yang menggunakan desain kita tanpa seizin kita atau meniru 100 persen seperti karya kita, kita bisa menegur pelakunya agar menghapusnya atau meminta izin terlebih dahulu jika ingin menggunakannya. Hal ini supaya mengedukasi pelaku yang mungkin belum tahu tetang etika meminta izin menggunakan karya orang lain.

    Mungkin segitu aja tips dari aku. Kasihan kan orang lain yang sudah meluangkan waktu, pikiran, tenaga untuk membuat karya tersebut kalau dibajak. Yuk sama-sama saling menghargai dimulai dari diri sendiri :)

Bisa Gak Sih Kuliah Jurusan DKV Sambil Kerja?

    Judul tulisan di atas terinsipirasi dari beberapa orang yang sering menanyakan padaku, "Bisa Gak Sih Kuliah Jurusan DKV Sambil Kerja?" Aku akan sharing berdasarkan pengalaman dan opiniku aku ya.

    Kalau jawaban aku pribadi bisa-bisa aja kuliah jurusan DKV sambil kerja, tetapi akan lebih berat daripada yang memang fokus kuliah saja tidak disambi kerja karena memang mata kuliah di jurusan DKV itu unik-unik apalagi nirmana. Hehe. Ketika aku kuliah D3, saat semester awal masuk, aku menjalaninya sambil mengajar bimbel kelas 12 SMA dan juga ikut organisasi ketika itu. Aku mengajar mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan bahasa inggris. Jadi pagi sampai siang aku kuliah. Lalu siangnya pulang kuliah aku mengajar bimbel. Aku bisa mengajar 3-4 kali dalam seminggu. Di hari lain yang tidak ada jadwal mengajar, aku pergi ke sekret untuk mengikuti beberapa organisasi di kampus. Kalau mengajar dan organisasi jadwalnya sedang berbarengan, aku harus memilih mana yang menjadi prioritas dan izin ketika aku tidak bisa menjalani keduanya. Malamnya dan weekend aku mengerjakan tugas. Tidak ada waktu kongkow. jadi polanya kuliah-mengajar bimbel-organsisasi. Aku mengajar bimbel sampai aku semester 2. semester 3 ke atas sampai lulus aku fokus menyelesaikan kuliahku dan organisasi karena semester 3 ke atas kuliah dan organisasi semakin sibuk, jadi aku memutuskan berhenti dari mengajar bimbel. Lalu aku sekali dua kali mengambil beberapa job freelance yang berhubungan dengan desain sebagai pengganti uang gaji dari bimbel. Lumayan bisa buat beli cat air tanpa harus membebani orang tua yang sudah membiayai aku kuliah.

    Saat-saat libur semester pun aku menyibukan diri dengan mencari uang dan diselingi dengan organisasi. Ikut organisasi supaya dapet link teman-teman di luar jurusan. Hehe. Pernah saat menjelang semester akhir di tempat aku magang akan ada event pameran buku yang termasukan event besar di Senayan. Aku mengikuti seleksinya. Alhamdulillah aku lolos dan bekerja sebagai sales buku selama 10 hari. Aku naik motor bolak balik Depok-Senayan. Aku berdiri dari pagi sampai malam membantu orang-orang yang berkunjung ke stand mencari buku yang ditanyakan. Waktu break ketika makan siang, salat dan ke toilet. Itu pun secara bergantian dengan yang lain. Gini amat cari duit ya. Hahaha. Lumayan uangnya ditabung buat print tugas akhir nanti. Hehe. Alhamdulillah kuliah D3 aku bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang lumayan baik. Allah yang mempermudah segalanya.

    Setelah lulus dari D3, aku bekerja di sebuah perusahaan. Aku menabung dan berencana untuk melanjutkan S1. Alhamdulillah uang untuk kuliah terkumpul. Beberapa tahun setelahnya aku lanjut S1 dengan biaya kuliah full dari aku sendiri beserta untuk tugas-tugasnya. Aku bekerja dari pagi sampai sore dari hari senin sampai jumat. Lalu Aku kuliah malam ketika weekday dan juga hari sabtu. Hanya hari minggu aku bisa di rumah. itu pun mengerjakan tugas kuliah. Hehe. Aku sudah mengatakan pada perusahaan tempat aku bekerja bahwa aku akan bekerja sambil menjalani kuliah. Alhamdulillah kantor tempat aku bekerja mendukung. Diizinkan dengan mudah ketika ada urusan dengan kampus dengan catatan pekerjaan yang sedang aku handle tetap berjalan dengan baik. Capek pake banget sih pagi bekerja dan malam harus kuliah atau mengerjakan tugas, sabtu pun juga tersita. Ketika skripsi harus bolak balik ketemu dosen pembimbing. Tetapi tekad aku untuk lulus tepat waktu, segera wisuda ditambah aku sudah membiayai kuliahku dengan keringat aku sendiri lebih besar. Perjuangan yang melelahkan ini pasti ada ujungnya. Alhamdulillah atas izin Allah, aku bisa lulus S1 dan wisuda tepat waktu juga.

    Jadi, buat teman-teman yang ingin kuliah sambil bekerja atau ambil kelas karyawan itu bisa banget dengan catatan tekad dan semangat kalian harus kuat. Tetap opitimis dalam berusaha dan berdoa. InsyaAllah kalau ingin berbuat baik, Allah mudahkan jalannya. Semua kelelahan itu akan menjadi perjalanan manis yang ketika suatu saat nanti kita menengok ke belakang, kita akan mengingatnya dan berkata "aku bisa melalui itu semua". Tetap semangat! :)

Culture Shock Di Dunia Kerja

    Buat anak kelahiran 90-an, ketika sekolah mengalami UN (Ujian Nasional) kan? rasanya capek banget jadi pelajar. Haha. Belajar setiap hari, ke sekolah berangkat pagi pulang sore, mengerjakan PR yang soalnya beda banget sama contoh soal lalu pergi ke tempat les belajar lagi. Semua dilakukan supaya bisa lulus kalau bisa dengan nilai yang baik. Lalu setelah melewati UN, masih ada tes-tes untuk ujian masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Saingannya dari Sabang sampai Merauke. Gagal tes, coba lagi, lagi dan lagi. Setelah masuk PTN, masih harus berkutat dengan tugas2 kuliah. Syarat kelulusan adalah bikin tugas akhir atau skripsi. Masuk susah keluar susah pokoknya. Haha. Ketika masih pelajar rasanya pengen cepet-cepet kerja. Biarpun rasanya capek tapi ketika bekerja kan mendapatkan gaji. Hehe. 

    Setelah lulus dari dunia pendidikan, jalur hidup mainstream adalah mencari kerja. Wah enak nih gak usah ngerjain PR, gak ketemu Guru killer, gak ketemu pelajaran yang pake rumus-rumus, gak perlu panas-panasan upacara, pulang sekolah gak perlu bimbel dan beban berat sebagai pelajar lainnya. Tapi ternyata dunia kerja tidak menyelesaikan "rasa capek" ketika menjadi pelajar. Ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Haha. 

    Saat aku masih menjadi pelajar dan mahasiswi, sebenernya aku juga sambil bekerja. Ketika SMA aku pernah menjadi reporter di warta kota dan ketika kuliah aku mengajar private. Tetapi hal itu berbeda sekali dengan bekerja sebagai karyawan kantoran dengan usia yang lebih matang. Mungkin terlihat keren dengan kemeja rapih, jalan sambil menelepon, sok sibuk dengan meeting, mendapat gaji tetap setiap bulan, kerjanya di depan laptop, di gedung tinggi, gak kepanasan, dan lain-lain. Tetapi di balik semua itu ada culture shock yang mewarnai hari-hari. Haha. 

    Aku pernah intenship dan bekerja di beberapa perusahaan, berikut beberapa culture shock yang aku alami yang mungkin juga kalian alami. Ini berdasarkan pengalaman dan opiniku ya.

1. Senioritas

    Senioritas ketika sekolah juga ada sih. Di dunia kerja yang aku rasakan lebih kepada orang yang lebih dulu atau lebih lama bekerja di perusahaan dengan jabatan yang sudah level di atas kita dan tentunya lebih berkuasa, lebih tahu segalanya, merasa paling benar, tidak mau menerima kritik dan saran, gila hormat, membutuhkan pengakuan dan bisa jadi mengakui pekerjaan orang lain. Mengakui pekerjaan orang lain di sini misalnya ketika si A yang sudah senior ini diperintahkan dengan orang yang levelnya berada di atasnya ini melempar pekerjaannya lagi kepada si B yang berada dalam satu teamnya dan levelnya berada di bawahnya. Lalu ketika pekerjaan yang diperintahkan telah di selesaikan si B, saat si A memberikan hasil pekerjaan kepada orang yang levelnya berada di atasnya, si A ini mengaku kalau pekerjaan ini dia yang mengerjakannya. Ada juga senior yang hobinya main game dan malas-malasan. Hehe. Juniornya yang diminta menyelesaikan tugas kerja rodi. 

2. Yang rajin dan pintar adalah yang bekerja lebih keras

    Kalau di sekolah anak yang pintar dan rajin adalah yang ngasih contekan dan juara kelas, kalau di dunia kerja hati-hati bisa jadi "dimanfaatkan". Kamu punya banyak skill? kamu bisa multitasking? Kamu cepat dalam mengesekusi sesuatu? Siap-siap kamu yang akan lebih sering menghabiskan waktumu untuk lembur dan di pingpong sana sini karena yang rajin apalagi ditambah pintar yang akan lebih bekerja keras dan menjadi andalan supaya pekerjaan cepat selesai daripada meminta tolong rekan kerja yang lain dan lebih lama menyelesaikan pekerjaannya bikin gemes. Hehe.

3. Semua benda di kantor bisa berbicara

    Semua benda mati di kantor seperti tembok, pintu, kursi, pulpen serasa punya mata, punya telinga, punya mulut. Jadi hati-hati kalau mau cerita apapun ke siapapun orang di kantor karena ketika kamu cerita ke satu orang, cerita kamu bisa menyebar saat itu juga ke seluruh kantor bahkan walaupun kamu belum cerita udah kesebar itu cerita saking horornya. Jadi, menurut aku paling bener kerja, ambil gaji lalu pulang. Hehe. Sangat hati-hati dalam mencari teman di lingkungan kantor.

4. Jangan terlalu menunjukan kemampuan kamu di luar bidang pekerjaan kamu

    Wah selain kamu bisa desain, kamu bisa edit video juga? bisa bikin ilustrasi juga? bisa bikin denah gedung juga? bisa hitung pajak juga? bisa bikin business plan juga? tolong bantuin kerjain ini dong, itu dong, ini juga tolong dicek ya. Bisa lah nanti sore udah jadi. Hehe. Kalau kamu terlalu menunjukan kemampuan kamu di luar bidang perkerjaanmu, siap-siap sekali seseorang minta tolong, akan menjadi habit dan itu secara tidak langsung akan menjadi jobdes kamu. Hehe. Jangan terlalu inisiatif juga karena nanti bisa dapet kerjaan lebih banyak dan jangan terlalu berharap mendapat appericate.

5. Status Cuti tapi harus standby

    Dulu ketika status masih pelajar atau mahasiswa, libur ya benar-benar libur. Dalam artian kita bebas sementara dari PR, tugas kuliah dan kepusingan lainnya sebagai pelajar sampai nanti waktu libur selesai dan memulai semester baru. Di dunia kerja, kita bekerja dari hari senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu libur. Ini tergantung kebijakan kantor masing-masing ya. Kita memiliki hak cuti tahunan. Biasanya 12 kali dalam setahun yang bisa kita gunakan kapan saja selama setahun itu. Ini di luar cuti hamil dan melahirkan untuk perempuan, cuti menikah dan lainnya. Tetapi sayangnya ketika di dunia kerja, cuti ini tidak benar-benar kita terbebas dari kerjaan. Kita masih harus standby paling tidak melalui chat jika ada yang harus ditanyakan oleh rekan kerja atau yang lebih menakutkan dikerjakan saat itu juga dan itu adalah project atau pekerjaan yang sedang kita handle sehari-hari. Apa itu cuti, tanggal merah, weekend? kalendar serasa hitam semua. Hehe.

    Mungkin segitu aja culture shock yang aku alami selama di dunia kerja. Kalau kalian apa saja nih? yuk sharing di kolom komentar. Hehe.

Service MacBook harganya jutaan. Masih mau pakai MacBook?

    Hallo semuanya. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang sekali rasanya bisa menulis lagi setelah sekian lama hiatus. Hehe. Di kesempatan kali ini aku ingin sharing pengalaman service laptop MacBook. Jadi, untuk membantu pekerjaanku dalam mendesain sehari-hari aku dibantu oleh dua laptop. Laptop yang pertama adalah MacBook Pro keluaran tahun 2015 yang masih menggunakan processor intel dan yang kedua adalah MacBook Pro keluaran tahun 2020 yang sudah menggunakan processor M1. Yang mengalami kerusakan adalah yang MacBook Pro tahun 2015. Setelah digunakan selama kurang lebih 7 tahun dia tumbang juga. Hehe.

    Kejadiannya bermula ketika aku ingin charger laptopku karena baterainya tinggal 10 persen-an. Pertama-tama semua terasa normal dan baik-baik saja. Tetapi beberapa detik kemudian indikator baterai ketika di-charge tidak berjalan lagi. Segera aku save file-file desain yang sedang aku kerjakan. Aku kira hanya longgar saja charger-nya. Aku cabut colok untuk memastikan. Lampu pada charger berjalan dengan normal. Tetapi tidak mengisi daya baterai. Aku diamkan beberapa saat, kemudian aku coba cabut colok lagi di stop kontak yang berbeda-beda. Tetapi tidak berpengaruh sama sekali. Baterai kemudian habis dan laptop mati total. Beberapa jam kemudian, Aku tetap berusaha charger laptop dalam keadaan baterai habis dan screen mati hingga kurang lebih setengah jam lamanya. Ketika aku mencoba menekan tombol power-nya, screen tidak mau menyala. Seharusnya kalau terisi baterainya kan menyala. Aku berpikir untuk mencobanya lagi besok. Mungkin laptopnya perlu healing dulu. Hehe.

Kondisi lampu charger menyala tetapi screen sudah mati kehabisan baterai

    Keesokan harinya aku mencoba kembali tetapi hasilnya masih dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya. Mungkin karena aku terlalu kencang menancapkan charger-nya ke stop kontak, duckhead pada charger jadi ikut rusak. Ini menambah masalah lagi. Haha. Aku mencoba membeli duckhead baru di online shop. Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi sampai duckhead-nya tiba di rumah.

duckhead yang rusak

    Esoknya, ketika barang yang ku pesan datang, aku langsung menggantinya. Tetapi masih tidak ada perubahan. Dengan kesotoyan, aku mencoba mencari-cari video cara mengatasi masalah ini di YouTube. Aku sudah ikuti step-step yang dikatakan beberapa video. Tetapi nihil. Mungkin ini ada hardware yang rusak pikirku. Aku segera menghubungi temanku yang pernah service MacBook-nya dan memang satu kampus denganku dulu, tetapi beda kelas. Ternyata, dia service MacBook-nya dengan teman kuliah kami yang masih satu jurusan, tetapi beda kelas. Hahaha. Dunia selebar daun kelor. Sudah bertahun-tahun berlalu ternyata dia tidak menjadi Desainer Grafis lagi dan mendirikan usaha sendiri jasa service MacBook. Aku baru tau update-nya. Aku segera meminta kontaknya agar laptopku segera diperbaiki. 

    Aku prefer service dengan orang yang aku kenal sih. Menurutku lebih aman dan terpercaya. Banyak juga kan tempat service laptop yang tidak amanah. Ntah ada yang diambil atau dituker komponennya. Kasihan untuk orang awam yang tidak tahu. Semasa kuliah aku juga selalu meminta temanku untuk memeriksa jika ada hal-hal aneh pada laptopku.

    Oke balik lagi ke cerita service MacBook. Setelah aku kontak temanku, kami janjian di McD pagi hari ketika weekend. Aku datang lebih dulu kemudian aku memesan salah satu menu dan menunggunya, 15 menit kemudian temanku datang. Aku langsung memberikan laptopku dan aku menceritakan lagi kronologinya. temanku mengeluarkan semacam pouch yang berisi obeng-obeng dengan berbagai ukuran. Kemudian dia mulai memutar sekrup yang terdapat di bagian body belakang laptop satu persatu. Dia mulai menganalisa dan mengatakan kalau kemungkinan laptopku rusak bagian logic board. Dia menjelaskan yang intinya adalah logic board memiliki peranan penting dalam sebuah komputer termasuk pada MacBook atau iMac itu sendiri, karena hampir semua inti komponen ada pada logic board. Komponen inti pada logic board antara lain prosessor yang mempunyai fungsi mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dengan fungsi melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Setelah itu dia izin untuk membawa laptopku agar diperikasa lebih lanjut dan kembali memasang sekrup-sekrupnya. Kami sedikit bernostalgia saat di kampus dulu dan dia menceritakan bagaimana dia mendalami dunia Apple dan bisa menawarkan service MacBook sebelum akhirnya kami saling pamit dan kembali dengan urusan masing-masing.

    3 hari kemudian, temanku chat aku kembali dan bilang kalau benar logic board-nya yang rusak serta kabel chargeran-ku harus diganti dengan total biaya service semuanya 3 jutaan. Hehe. Tinggal tambahin 4 jutaan lagi sudah dapat laptop windows yang baru nih. Laptop yang di-service ini banyak sejarahnya. Aku membelinya saat laptop ini dilelang di kantor tempat aku bekerja dengan harga yang miring. Kebetulan aku yang menggunakan laptop ini kurang lebih selama 3 tahun-an. Masih bagus banget kondisinya. Mungkin sudah usia juga dan dia lelah jadi ada beberapa komponen yang perlu diganti. Aku sendiri lebih suka desain MacBook yang dulu dibanding yang sekarang. MacBook yang dulu logo apple-nya menyala sedangkan yang keluaran 2015 ke atas sudah tidak menyala lagi. Lalu juga soal usb. MacBook yang dulu tidak perlu dongle. Yang versi setelahnya menggunakan usb type c, jadi mau gak mau perlu membeli aksesoris tambahan yang harganya menurutku lumayan. Hehe.

    Setelah menyetujui biayanya, temanku akan memprosesnya. Kurang lebih service-nya menghabiskan waktu 2 mingguan karena temanku ini sedang banyak antrian laptop yang harus di-service dan aku tidak terlalu terburu-buru juga. 

    Setelah service selesai, kami janjian di McD lagi. Hobi banget ya ke McD. Temanku kemudian menyerahkan laptopnya kepadaku dan kemudian aku diminta memeriksanya. Setelah aku periksa semuanya dan laptopku kembali normal, temanku memberi tips-tips agar laptop yang digunakan lebih awet. Garansi yang diberikan 60 hari. Semoga awet setelah diperbaiki nih. Aksesoris dan harga service-nya buat aku waw banget nih apple groak soalnya. Hehe. Jadi, kalau MacBook kalian ada komponen yang rusak, kalian lebih pilih service atau beli baru aja? Semoga bermanfaat :)

Terjebak dalam Toxic Productivity

    Kalian pernah gak sih merasa bersalah kalau terlalu banyak waktu luang tapi kalian merasa tidak mempergunakannya dengan baik? sayang aja gitu kalau waktu terlewatkan hanya untuk digunakan rebahan, scrolling sosmed, nonton netflix dan kegiatan-kegiatan yang dirasa sia-sia. Aku sering merasa seperti itu semenjak WFH (Work From Home) dua tahun belakangan ini. Kegiatanku lebih banyak dihabiskan di rumah. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Yang ada di pikiranku setiap hari adalah "Habis ini ngapain lagi ya?" mencari-cari kegiatan yang menurut aku kegiatan itu adalah "produktif" seperti aku bikin konten di sosial media, aku ambil pekerjaan freelance di luar jam kerja, aku belajar hal-hal baru untuk upgrade skill. Semua berulang setiap hari. Setelah aku browsing dan mencari tahu, aku rasa, aku terjebak dalam toxic productivity

    Menurut Dr. Julie Smith - seorang psikolog klinis dari Hampshire, Inggris -, toxic productivity adalah sebuah obsesi untuk mengembangkan diri dan merasa selalu bersalah jika tidak bisa melakukan banyak hal. Ada keinginan tidak normal untuk menjadi produktif setiap saat. Bisa dibilang "overworking" atau "workaholic". Padahal sesuatu yang berlebihan bisa berdampak buruk, bukan menjadi lebih baik.

    Aku tersadar bahwa aku terjebak dalam toxic productivity ketika aku sakit seminggu yang lalu. Aku memforsir diriku. Setelah di waktu weeekend aku membersihkan rumah dari pagi hingga sore, empat hari berikutnya aku begadang menyelesaikan pekerjaan secara terus menerus. Padahal pekerjaan itu masih bisa dikerjakan keesokan harinya. Tetapi, ntah mengapa aku merasa bersalah dan tidak bisa tidur kalau tidak bisa menyelesaikannya hari itu juga. Selama sakit, aku hanya terbaring. Aku berusaha memaksimalkan waktu istirahat. Aku menahan diri dari keinginan untuk melakukan kegiatan lain. Pertama-tama aku merasa bersalah. Tapi, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat sebentar. Mungkin dengan sakitku ini, Allah ingin aku supaya beristirahat. Aku bahkan  mengurangi intensitasku dari memegang gadget. Membuka chat yang sekiranya perlu cepat aku balas dan aku juga tidak membuka social media. Yang aku pikirkan saat itu adalah aku ingin sehat kembali. Mungkin aku terlalu dzalim pada diriku sendiri. Butuh 10 hari untuk recovery tubuhku. Aku mengalami burnout atau stres berat yang berdampak pada kesehatan baik mental maupun fisik.

    Jadi, setelah tubuhku sehat kembali, aku tersadar agar tidak terjebak dalam toxic productivity lagi, aku membuat batasan-batasan pada diriku seperti harus tidur cukup selama 8 jam, mengobrol face to face dengan anggota keluarga di jam sekian sampai jam sekian, membuat prioritas kegiatan yang dilakukan, tidak apa-apa jika ada satu hari dalam seminggu rebahan atau bermalas-malasan untuk charge energi kembali menghadapi hari berikutnya. Tidak memaksakan diri jika memang dirasa tubuh dan pikiran sudah merasa lelah.

    Pada akhirnya, produktivitas yang baik adalah produktivitas yang memberimu waktu untuk beristirahat, dan pada saat yang bersamaan, mendorong kamu untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehat. Semoga bermanfaat.

“overworking” dan “workaholic”.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanda Anda Terjebak Toxic Productivity", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2021/10/13/050000468/tanda-anda-terjebak-toxic-productivity?page=all.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
“overworking” dan “workaholic”.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanda Anda Terjebak Toxic Productivity", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2021/10/13/050000468/tanda-anda-terjebak-toxic-productivity?page=all.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Pages

Followers

Featured Post

Pengalaman Service Macbook (Lagi)

     Kalian pasti sebel kan ketika ada deadline menghitung hari lalu laptop tiba-tiba mati total? Itu yang aku alami ketika lagi-lagi macbo...

Contact Me

Get in touch