Teman-temanku sering berkata bahwa hidupku enak, seperti gak ada beban atau punya masalah. Selalu terlihat happy, menjalani hidup yang mulus-mulus aja. Jalan tol aja terkadang ada fase macetnya, gak selalu lancar kan? Begitu pun hidup, ada fase naik turunnya. Aku juga ada kok fase sedih, galau, terpuruk, demotivasi hanya saja aku tidak pernah memperlihatkan di media sosial atau bercerita kepada sembarang orang, jadi yang orang lihat ya aku mudah saja hidupnya.

Photo by Lisa Fotios from Pexels

    Persoalan hidup yang dialami setiap orang berbeda-beda dan itu harus dihadapi bukan dihindari. Percayalah, bahwa ujian yang kita hadapi akan membuat kita semakin kuat. Ada yang diuji lewat ekonomi, penyakit, barang yang hilang atau rusak, ataupun diuji oleh sesama manusia, baik lewat pasangan, keluarga, tetangga, dan lain sebagainya. Aku akan mencoba kasih tips yang aku lakukan ketika menghadapi persoalan hidup

1. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

    Ini kunci yang selalu aku pegang ketika menghadapi persoalan hidup, di dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 286, bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Pasti ujian yang Allah kasih ke kita itu sudah sesuai dengan kemampuan kita. Kita pasti bisa melewatinya. Sedih banget kalau baca atau nonton berita jika menjadikan bunuh diri sebagai solusi keluar dari masalah. Bunuh diri adalah dosa besar. Jadi, bertahanlah untuk menghadapinya, pasti bisa.

2. Setiap masalah pasti ada masanya

    Badai pasti berlalu, bahwa setiap masalah atau kesulitan hidup pasti akan berkurang dan akhirnya hilang. Tidak ada yang abadi. Yang ada di pikiranku setiap mendapat masalah adalah "Nanti ini juga pasti akan berlalu kok". Misalnya seperti ketika charger laptopku rusak dan harus mengambil uang tabunganku aku akan berpikir bahwa "Mungkin ini bukan rezekiku. Ini rezeki orang lain yang harus aku berikan. Nanti juga Allah ganti dengan yang lebih baik." Bagaimana respon kita ketika menghadapi masalah akan sangat berdampak pada pikiran dan tidakan kita. Betapa mudah Allah memberikan dan mengambil nikmat yang ada pada diri kita dengan sekejap mata. Jalani saja skenario hidup yang telah tertulis. Serahkan pada Allah, hidup akan tanpa beban.

3. Sabar dan Syukur

    Sebagai seorang muslim, jika mendapat nikmat kita harus bersyukur dan jika mendapat musibah kita harus bersabar. Aku pernah sakit telinga yang disebut otomikosis, sehingga membuatku harus berganti-ganti dokter, kontrol ke rumah sakit bisa 2-3 kali dalam seminggu dan menghabiskan biaya berjuta-juta. Saat itu aku merasa menjadi manusia paling menderita di dunia, kenapa Allah memberikan penyakit itu padaku, apakah aku bisa sembuh? setiap kontrol ke rumah sakit, aku bertemu dengan banyak orang yang sakit, berbincang-bincang dengan mereka, mendengarkan ceritanya. Aku merasa tidak sendiri. Aku lupa akan bersyukur dengan nikmat pendengaran yang telah Allah berikan untukku dan itu baru aku rasakan ketika aku sakit. Aku belajar sabar menerima penyakit itu, Aku jadi lebih intens berduaan dengan Allah. Aku tidak bisa berharap pada siapapun, kecuali pada Allah. Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengurusi urusan dunia, hingga Allah menegurku lewat penyakit ini. Mungkin juga itu memang rezeki Dokter yang menanganiku melalui perantara diriku. Setelah aku sembuh, aku menulis pengalamanku di blog-ku hingga banyak orang yang DM instagram-ku sharing tentang pengalamannya juga. Ternyata tulisanku bisa bermanfaat untuk banyak orang yang mengalami otomikosis juga. Yang tadinya aku putus asa, kecewa, kesal berubah menjadi syukur.

4. Bercerita pada orang yang tepat

    Bercerita kepada orang lain yang kita percaya mungkin tidak akan selalu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi, tetapi bisa mengurangi beban yang ada pada pundak kita. Kita bisa bercerita pada orang tua kita, teman kita atau saudara kita. Jika memang tidak ada orang yang bisa dipercaya, menulislah. Luapkan semua beban yang ada melalui tulisan.

5. Berhenti mengeluh dan cari jalan keluar

    Mengeluh boleh-boleh saja, tetapi tidak terus berlarut-larut mengutuki hidup. Setelah mengeluh, berusahalah mencari jalan keluar. Buatlah pilihan-pilihan yang mungkin untuk dilakukan. Life must go on, maka kita harus move on! persoalan hidup tidak akan terselesaikan hanya dengan kita diam saja. Bergerak untuk mencari solusinya, insyaAllah akan selalu ada jalan. Misalnya, ketika kita harus kehilangan pekerjaan kita, kalau terus berdiam diri, kita tidak akan mendapatkan pekerjaan. Sedangkan kebutuhan hidup terus berjalan. Yang bisa dilakukan adalah membuka linkedin dan mencari pekerjaan lain, menghubungi teman untuk menanyakan pekerjaan, memulai berjualan dengan modal yang ada atau opsi lainnya.

    Persoalan hidup yang datang adalah seni dalam menikmati hidup. Jadi, nikmatilah masalah apapun yang datang. InsyaAllah akan membuat kita menjadi kuat. Semoga tulisan ini bermanfaat :)

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers