Banyak orang yang menyamakan bahwa menjalani frugal living sama dengan pelit padahal berbeda lho. Frugal living adalah gaya hidup hemat yang menjadikan seseorang sebisa mungkin untuk memprioritaskan kebutuhan dan mengontrol keinginannya. Orang yang pelit sering kali takut mengeluarkan uangnya untuk membeli sesuatu. Namun untuk penganut gaya hidup frugal, membeli barang mahal bukanlah sebuah masalah asal barang tersebut punya kualitas baik dan sedang benar-benar dibutuhkan. Di tulisan kali ini aku ingin sharing hal-hal yang Aku lakukan selama menjalani gaya hidup frugal sebagai seseorang yang masih single dan juga sandwich generation.

Photo by Lum3n from Pexels

 

1. Lebih Memilih Berangkat Ke Kantor Menggunakan Kendaraan Umum

    Alhamdulillah banyak opsi kendaraan umum ke Kantor. Tidak terlalu bergantung naik ojek online atau harus membawa kendaraan pribadi. Walaupun terkadang ada dramanya seperti lama menunggu kendaraan datang atau macet, sikut-sikutan di Kereta, tapi dinikmati saja.

2. Membawa Bekal Ke Kantor

    Dari kecil aku sudah terbiasa membawa bekal ke sekolah. Ibuku yang selalu menyiapkannya. Alasan Ibuku adalah supaya asupan makanan yang masuk ke tubuhku terkontrol dan bergizi. Selain itu, supaya mengurangi jajan. Jadi, sisa uang jajanku, aku tabung. Habit membawa bekal ini berlangsung sampai sekarang saat aku sudah bekerja. Tetapi, aku yang menyiapkannya sendiri. Untuk menyiapkan bekal ke kantor, aku sudah berbelanja dan menyusun menu pada saat weekend. Aku bangun pagi sekitar jam 03.30 WIB untuk memasak. Aku menyiapkan makanan dari mulai sarapan hingga snack sore. Aku biasanya sarapan di kantor karena harus sampai kantor untuk absen pagi.

3. Tidak Membeli Baju Khusus Lebaran

    Hal ini sudah aku terapkan dari mulai tahun 2018. Aku tidak lagi membeli baju khusus untuk dipakai saat lebaran. Pakaian-pakaian lamaku yang menumpuk aku sortir. Yang masih bagus dan layak pakai aku berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Aku merasa cukup dengan pakaian yang ada sekarang. Kebanyakan warnanya netral. Sehingga sangat mudah untuk mix and match. Aku membagi kategori pakaianku menjadi pakaian untuk digunakan ke berbagai acara, pakaian untuk pergi ke kantor, pakaian sehari-hari untuk di rumah dan pakaian untuk olahraga. Aku memakainya berulang-ulang dan itu tidak masalah. Aku membeli baju-baju dengan bahan yang berkualitas, sehingga digunakan dalam jangka waktu lama dan bukan fast fashion. Sehingga not out of date.

4. Meminimalisir Barang-barang di rumah

    Aku tidak membeli barang-barang yang tidak aku butuhkan. Aku bisa berpikir berkali-kali sebelum membeli barang. Baru beli ketika barang itu sudah benar-benar rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Misalnya Aku hanya memiliki 3 buah sepatu. Yang satu untuk aku gunakan sehari-hari, yang satu untuk lari dan yang satu untuk bermain badminton. Hidup frugal dan minimalis itu bukan berarti hanya punya satu sepatu yang digunakan berbagai kegiatan. Tetapi mempunyai barang sesuai dengan fungsi masing-masing. Untuk gadget atau alat-alat elektronik sendiri, selama barang lama masih bisa digunakan dan berfungsi dengan baik ya dipakai saja sampai rusak.

5. Membuat List ketika berbelanja

    Aku membagi post belanja kebutuhan sehari-hari menjadi bulanan dan mingguan. Saat belanja bulanan seperti shampo, odol, detergen, dan kebutuhan rumah lainnya aku selalu membeli yang ukuran besar. Sehingga bisa digunakan kurang lebih dua sampai tiga bulan. Ini sangat membantu untuk menghemat belanja bulan depan. Ukuran besar juga jika dihitung-hitung jadi lebih murah. Kalau belanja mingguan, biasanya aku untuk meal preparation seperti membeli telur, daging, ayam, beberapa sayuran dan juga buah. Aku agak strict soal asupan makanan yang aku makan karena menurutku kesehatan sangat penting. Aku menggunakan tubuh ini untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Jadi, tidak masalah mengeluarkan biaya untuk membeli bahan makanan yang berkualitas, sehat dan bergizi. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati?

6. Memanfaatkan Diskon untuk Barang yang Dibutuhkan

    Untuk beberapa kebutuhan rumah tangga, aku tidak terlalu peduli soal merk. Yang mana yang sedang diskon atau buy 1 get 1 itu yang aku ambil. Aku tidak melakukan window shopping. Aku baru membuka aplikasi marketplace ketika ada barang yang aku perlukan untuk dibeli.

7. Merencakan Kegiatan di hari Libur atau Weekend

    Aku bukan tipe orang yang suka pergi tanpa tujuan yang jelas. Misalnya hanya untuk nongkrong-nongkrong di Cafe atau jalan-jalan di Mall. Bagiku itu membuang-buang waktu. Hehe. Tetapi bukan berarti ansos ya. Aku punya beberapa hobi atau kegiatan yang berinteraksi dengan orang lain juga. Buatku berkumpul dengan orang-orang yang sefrekuensi dan satu hobi recharge energi kembali. Membuatku bersemangat ketika harus menghadapi daily activity. Setiap orang punya cara membahagiakan diri sendiri, tidak harus jalan-jalan ke luar negeri. Hehe

8. Membuat Budgeting

    Soal budgeting aku tidak terlalu strict. Disesuaikan dengan kebutuhan juga. Yang penting tahu dan bisa evaluasi kemana larinya dana-dana yang dikeluarkan. Setiap bulan sudah pasti membagi-bagi budget ke kebutuhan pokok sehari-hari, membagi untuk orang tua, hobi, dana darurat, menabung, dana tak terduga seperti misalnya harus memanggil tukang service karena tiba-tiba saluran air mampet, kebutuhan untuk service kendaraan, membayar pajak, dll.  Selain mengontrol pengeluaran, lebih baik lagi kalau bisa menambah pemasukan bukan hanya dari satu sumber dan menghindari hutang apalagi untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif.

9. Jarang membuka Sosial Media

    Aku selalu mengalihkan perhatianku agar tidak kebanyakan scroll media sosial jika mempunyai waktu luang. Berusaha membuka smartphone hanya untuk membalas chat, membaca artikel atau mencari ide. Aku juga unsitall aplikasi-aplikasi yang tidak perlu.

10. Bersyukur dan Belajar Merasa Cukup

    Bersyukur masih punya pekerjaan saat ini, bersyukur masih bisa makan hari ini, beryukur masih diberi kesehatan, besryukur dengan apa yang dititipkan Allah karena semua ini hanyalah titipan dan Allah bisa ambil kapan saja. Belajar merasa cukup dengan apa yang ada sekarang. Alhamdulillah masih punya kendaraan walaupun motor butut. Alhamdulillah masih punya smartphone untuk berkomunikasi walaupun keluaran 3 tahun yang lalu dan hal-hal kecil lain yang patut disyukuri. Jangan sampai berhutang untuk memenuhi gaya hidup dan mendapatkan atensi dari orang lain. Kamu bukanlah poros dari dunia ini. Hidup dan bergayalah sesuai kemampuan.

    Begitulah hal-hal yang aku lakukan selama menjalani gaya hidup frugal dan minimalis. Semua bisa diseuaikan dengan kondisi masing-masing. Semoga bermanfaat.

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers