Assalamu’alaikum. Akhirnya aku memutuskan memasukan menulis adalah salah satu bagian dari to do list yang aku lakukan karena lumayan melepas penat juga menuliskan apa yang kita pikirkan. Sudah lama aku tidak menggunakan aplikasi word juga. Haha. Well, ada beberapa orang yang chat aku kenapa aku jadi suka nulis di blog? Padahal aku adalah Graphic Designer. Wkwkwk. Menulis bukan hal baru buat aku. Dulu ketika kelas 11 SMA, aku iseng ikut seleksi menjadi wartawan muda (disebutnya wartawan Ta-Mu) di harian Warta Kota mengisi konten artikel anak muda setiap hari minggu. Alhamdulillah lolos. Hehe. Aku juga suka menulis notes di facebook, ikut beberapa kali lomba menulis dan punya blog juga. Tapi lupa tuh link blog aku yang usang itu apa karena bukan menggunakan nama asli. Wkwkwk.


    Oke balik ke judul, Aku mau cerita pengalaman aku ikut seleksi menjadi Wartawan Muda Warta Kota. Waktu itu usia aku 16 tahun. Di sekolah ada info seleksi mengenai menjadi Wartawan Muda dari harian Warta Kota. Syaratnya kita membuat tulisan kita di print di kertas A4 temanya bebas, ada syarat minimal jumlah katanya. Lalu dikumpulkan dan nanti akan ada orang dari Warta Kota yang mengambilnya dan akan di-review oleh team redaksi di sana. Nanti yang terpilih akan diumumkan di kelas. Dan deadline waktunya cuma sehari. Hahaha. Jadi hari ini pengumuman seleksinya, besok tulisan itu harus sudah jadi dan dikumpulkan maksimal jam 12 siang. Hidupku memang sudah gokil dari dulu. Wkwkwk.

    Ini bikin aku dilema sih karena waktu itu ada PR kimia yang harus dikumpulkan besok pada jam petama. Mana susah banget itu PR dan gurunya Killer. Wkwkwk. Yang satu SMA sama aku pasti masih inget dong. Wkwk. Yasudah aku memutuskan mengerjakan PR kimianya besok pagi sebelum berangkat ke sekolah. Jadi yang aku pikirkan dari semenjak pulang ke sekolah ada topik tulisan apa yang akan aku kirimkan ke sana. Bener-bener belum ada ide. Kalo jaman sekarang tinggal browsing di google ya.

    Di rumah aku mengoleksi majalah bobo dari SD. Bobo memang teman bermain dan belajar. Wkwkw. Aku membeli majalah bobo dari uang tabunganku yang aku sisihkan setiap harinya. Jadi tiap pekan bisa beli tanpa meminta lagi uang ke orang tua. Aku suka bonus-bonus hadiahnya juga. Makin semangat beli bobo. Wkwkwk. Udahan intermezo-nya. Ketika sampai di rumah, aku langsung membuka majalah-majalah bobo di lemari, semoga ada ilham. Haha. Ada satu artikel yang menarik yaitu tentang sejarah hari valentine. Karena pada saat itu merupakan bulan februari, akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan artikel mengenai hari valentine. Muda mudi di seluruh duniai sangat hype mengenai topik itu dan sepertinya menarik untuk dibahas. Aku membahas mulai dari sejarah hingga euforianya dengan pengetahuan yang aku miliki pada saat itu dan dari berbagai sumber. Aku mengecek tulisannya berkali-kali, memastikan tidak ada kata atau kalimat yang salah atau terlewat. Lalu keesokan harinya setelah sampai di sekolah, aku mampir ke warnet dulu untuk mengeprint tulisan itu dan aku kumpulkan sebelum jam 12 siang. Lega rasanya. Tulisan selesai. PR kimia aku pun selesai. Yeayyyy. Alhamdulillah.

    Sekitar setelah sebulanan pengumuman yang ditunggu-tunggu pun datang. Ternyata seleksi itu dilakukan di beberapa sekolah dan satu sekolah hanya ada perwakilan 5 anak. Di kelasku hanya dua orang yang mengirimkan artikel. Rajin sekali ya. Wkwkwk. Alhamdulillah artikel aku yang terpilih dan yang 4 orang lainnya adalah adik-adik kelasku di kelas 10.

    Jadi setelah pengumuman itu, kami ke Warta Kota setiap hari minggu setiap jam satu siang untuk ikut pelatihan penulisan, belajar mewawancari orang, kode etik wartawan, dll. Dan brainstorming memikirkan tema apa yang akan kita ajukan untuk artikel yang akan kita tulis minggu depan. Tahun 2007 kantor harian warta kota adalah di Jalan Hayam Wuruk. Itu pertama kalinya aku ke Jakarta dan masuk ke perkantoran. Haha. Oh gini ya jadi orang dewasa yang udah kerja. Padahal aslinya masih pake seragam putih abu-abu.

    Aku masih ingat nama Kepala Diklat-nya adalah Pak Lasdi. Sekarang aku sudah lost kontak dan tidak tahu kabarnya. Dia sudah senior. Setiap ke sana, sebelum brainstorming kita selalu dikasih makan nasi padang. Wkwk. Ini sih habis makan enaknya tidur. Di sana banyak ketemu teman-teman dari sekolah lain juga. Salah satu tugas dari sana adalah mewawancari narasumber. Jadi kita disuruh keluar kantor, cari orang untuk diwawancarai siang-siang pula pas matahari tinggi-tingginya. Kita diberi waktu 30 menit lalu setelah itu balik lagi ke kantor.  Pertama kali latihan mewawancarai orang yang gak dikenal itu awkward banget. Haha. Apalagi memperkenalkan diri dulu kan. Aku mewawancarai Abang gorengan di trotoar depan kantor. Setelah itu, kami diminta untuk menulis artikel dari hasil wawancara  itu. Setelah itu dikoreksi mengenai penggunaan EYD, tanda baca, dll. Sebelum pulang kami selalu dikasih PR. Sudah PR sekolah kita banyak, ditambah PR dari kantor lalu harus menulis dan mewawancarai orang untuk bahan menulis artikel minggu depan dengan tema yang sudah disepakati ketika meeting seminggu sebelumnya. Jadi setiap minggu kami menyetor PR dan mengirim artikel melalui email.

    Karena pada saat itu sebagai wartawan mingguan aku membutuhkan kamera untuk foto, Bapak aku membelikan kamera pocket 6 MP merk olympus. Haha. Pada saat itu kamera hp seadanya aja kan. Jadi kurang bagus kalo untuk menunjang isi artikel. Udah dimodalin Bapak ini kerjanya harus semangat. Wkwk. Jadi, setiap artikel kita yang dikirim kita mendapatkan fee sebesar 50 ribu dan itu dibayar tiap minggu. Lumayan banget buat nambah tabungan. Jadi sebulan kita mendapat gaji 200 rb per orang. Dulu masih dikasih amplop gitu gajinya. Wkwkwk. Seneng banget ketika tiap dapet amplop itu. Ini rasanya orang gajian? Wkwk. 

Kamera pertamaku

    Tentu saja perjuangan menjadi anak sekolah dan wartawan muda tidaklah muda. Ketika teman-teman seusia kita bermain, kami harus mencari topik artikel, mewawancari orang, menulisnya dan mengirimkannya sebelum deadline tiap pekan. Dulu aku kirim artikel dari warnet yg 3 jamnya 10 ribu kalo gak salah. Wkwk. Periode aku sebagai wartawan muda selama setahun yaitu dari tahun 2007-2008. Sudah kelas 12 sibuk sama bimbel dan persiapan UAN (Ujian Akhir Nasional) ditambah aku ada les Bahasa inggris juga. Di akhir kepengurusan kami mendapatkan sertifikat. Seperti ini sertifikatnya.

    Jadi begitulah sharing dari aku. Semoga bermanfaat ya. Sebagai anak muda kita harus produktif. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan selama itu hal positif. Terus kejarlah mimpi-mimpimu.

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers