Kalau di tulisan sebelumnya aku sudah pernah share mengenai profesi UI/UX Designer (buat yang belum baca silakan KLIK DI SINI, kali ini aku ingin share skill apa saja yang wajib dimiliki jika ingin menjadi UI/UX Desinger berdasarkan pengalamanku. Cekidot!

Photo by picjumbo.com from Pexels

 

1. Kemampuan Riset, Melakukan Analisis, Berpikir Kritis dan Problem Solving

    Seorang UI/UX Designer haruslah mempunyai rasa penasaran yang tinggi. Sebagai UI/UX Designer sendiri justru kita akan mencari suatu masalah, bukan untuk dihindari. Tetapi untuk mencari solusinya. Kita sendiri berperan seolah-olah sebagai User (pengguna). Masalah apa yang dialami? bagaimana solusi dari masalah tersebut? maka dirancanglah suatu website atau aplikasi, membuat flow sistem, mempunyai tampilan yang menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna (user friendly). Ketika website atau aplikasinya digunakan, menghasilkan suatu keluaran atau output yang mempermudah pekerjaan User. Misalnya dari yang tadinya User harus datang dan mengantri untuk memesan makanan di Restauran Fast Food, dengan adanya website atau aplikasi yang dibuat, User bisa memesan dan membayarnya dari rumah lalu makanan akan diantar ke rumah. 

    Dalam melakukan riset dan analisis selalu ada pertanyaan 5W+1H. What, Who, When, Where, Why dan How. 3 kata kuncinya Problem, Solving dan Result. 

2. Kemapuan Mendesain 

    Dalam membuat visual UI (user interface) tentu diperluan kemampuan mendesain. Bagaimana layout (tata letak), skema warna, icon, ilustrasi, jenis dan ukuran font (tulisan) sebuah website atau aplikasi agar terlihat eye cathcing dan enak dilihat tanpa membuat User bingung dalam menggunakannya atau membuatnya bikin sakit mata dengan visual yang ditampilkan.

    Untuk menunjang desain, tentu perlu mempelajari aplikasi atau tools desain yang bisa membantu dalam mendesain tampilan visual sebuah website atau apps untuk meningkatkan efisiensi waktu kerja. Beberapa aplikasi untuk mendesain UI yang bisa digunakan adalah Sketch, Adobe XD atau Figma. Ketiga aplikasi tersebut sudah memiliki standar yang memudahkan proses desain dan dilengkapi dengan proses prototyping. Aku pribadi sekarang menggunakan Figma karena gratis dan mudah dipelajari. Hehe.

    Sedangkan untuk UX flow, kamu bisa menggunakan platform online seperti Whimsical atau FigJam. Di sini telah disediakan fitur yang mempermudah kamu dalam urusan perancangan sebelum diimplementasikan oleh UI designer berupa flowchart, mind maps, dan juga wireframes.

3. Pengetahuan Pemrograman

    Dalam hal coding, kamu tidak wajib bisa. Tetapi tahu basic-nya terutama untuk bahasa HTML, CSS dan JS (JavaScript) agar dalam proses mendesain kamu bisa membayangkan apakah desain yang dibuat memungkinkan untuk diaplikasikan ke dalam website atau aplikasi karena bahasa pemrograman memiliki keterbatasan.

4. Kemampuan Komunikasi

    Seorang UI/UX Designer harus berkomunikasi dengan banyak pihak. Pertama dengan klien, ketika presentasi atau berkomunikasi sebaiknya menyederhanakan bahasa non teknis dan istilah-istilah asing  dengan Klien agar mudah dipahami dan apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Kedua dengan rekan-rekan yang bertugas sebagai front end dan back end (yang menterjemahkan ke bahasa pemrogaman) karena UI/UX Designer memiliki keterbatasan mengenai pemrograman,  maka selalu komunikasikan UX flow dan design kepada mereka sebelum dipresentasikan ke Klien. Ketiga dengan User (pengguna), apakah website atau aplikasi mudah digunakan dan bisa tetap terlihat indah secara visual?

5. UI/UX Writing

    Tidak hanya soal desain dan coding, UI/UX Designer juga memerlukan kemampuan menulis. Lewat tulisan yang menarik dan mudah dipahami, interaksi pengguna dengan produk akan semakin baik.

6. Information Architecture 

    Information Architecture melibatkan pengorganisasian informasi yang telah diperoleh dari hasil riset, wawancara dengan User ataupun feedback yang diberikan  dengan cara mengelompokan dan menyederhanakan agar mudah dimengerti. UI/UX Designer dituntut untuk dapat memprioritaskan dan mengatur set informasi yang kompleks. Pasalnya, dalam membuat produk digital, UI/UX Designer akan dihadapkan oleh banyak informasi dari berbagai perspektif seperti manajemen proyek, dan persepektif desain produk.

7. Mampu mengolah data dengan baik

    UI/UX Designer dihadapkan pada berbagai orang dengan beragam spesialiasi mulai dari desain, coding, marketing dan lainnya. Oleh karena itu, ia harus mampu mengolah data-data tersebut dengan baik agar membuat pekerjaannya juga timnya dapat terselesaikan. Data-data yang diterima dapat diterjemahkan berupa grafik, tabel, dll.

    Nah, itu 7 skill yang menurut aku wajib dimiliki untuk menjadi seorang UI/UX Designer. Kalau kamu tertarik untuk menjadi UI/UX Designer, kamu bisa mempersiapkan dan meningkatkan skill yang kamu miliki dari sekarang. Tetap semangat! Semoga bermanfaat :)

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers