Ini nih yang bikin makan waktu cukup lama kalau nge-desain. Yup, tipografi. One of the most important skills you can learn as A Graphic Designer is how to choose type. This is because text is one of the primary ways Designers can communicate with Users. Typography can make or break a design. Wkwk.

    Mau nge-desain logo, mau nge-desain UI, mau nge-layout majalah, berbeda juga jenis font yang digunakan. Setiap typeface yang dipakai harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari karya itu sendiri. Pasti beda dong typeface buat desain undangan pernikahan sama typeface buat desain anak-anak. There’s a beauty and complexity to typography.

Contoh perbedaan penggunaan typeface

    Sebagai contohnya gambar di atas, kata “I love you” pada typeface pertama dan yang kedua berbeda kan rasanya? typeface yang pertama tuh terasa horor, menakutkan dan ancaman. Kurang cocok untuk kalimat “I love you” sedangkan yang kedua terasa lembut dan membahagiakan kan? typeface aja aku perhatiin, gimana kamu? #eaaa. Eh, btw, ngomongin soal typeface dan font itu sebenarnya berbeda lho. Berikut perbedaannya.

perbedaan penyebutan typeface dan font

    Lebih mudahnya nih kita bisa menganalogikannya dengan album dan lagu. Typeface adalah albumnya, sedangkan font adalah lagu-lagu yang ada di dalamnya.

    Oh iya ada berbagai macam bentuk tipografi di dunia desain, bahkan Desainer bisa menciptakan typeface sendiri. Banyak typeface yang mirip-mirip padahal berbeda secara anatominya. Memangnya anak kedokteran aja yang belajar anatomi? Wkwkwk. Ngapain sih belajar anatomi tipografi segala? ya karena beda jenis font, beda juga kesan yang akan ditimbulkan, lagipula harus diperhatikan juga jarak antar huruf biar tidak terlalu dekat dan masih enak untuk dibaca (readability dan legibility). 

Bagian anatomy typography

    Banyak banget buku-buku referensi tentang tipografi yang bisa dipelajari. Karena secara anatomi berbeda, jadi ini aku rangkum klasifikannya secara garis besar menjadi 5 yang membedakan masing-masing jenis tipografi secara kasat mata biar gampang. Berikut secara garis besarnya.

1.  Serif

    Serif memiliki ciri sirip/kaki/serif berbentuk lancip pada ujungnya. Dalam tipografi disebut counterstroke yang dipercaya dapat membuat mata lebih nyaman melihat kumpulan huruf dalam jumlah banyak serta berfungsi untuk mempermudah dalam membaca suatu kalimat. Oleh karena itu, jenis typeface ini paling banyak digunakan dalam buku atau artikel majalah.

Contoh typeface serif antara lain adalah times new roman, Georgia, garamond dan Cambria.

Contoh typeface serif

2. San-Serif

    San-serif merupakan kebalikan dari jenis Serif. Kata "San" sendiri memiliki arti tanpa atau tidak. Ini berarti jenis typeface serif adalah jenis typeface yang tidak memiliki sirip/kaki/serif berbentuk lancip pada ujungnya. Jenis huruf ini lebih tegas, bersifat fungsional dan lebih modern, biasa digunakan untuk isi konten karena lebih memberikan kenyamanan saat dibaca.

Contoh typeface san-serif antara lain adalah primo, arial, futura dan century gothic.

Contoh typeface san-serif

3. Slab Serif

    Slab serif dikenal juga dengan nama Egyptian, memiliki ciri kaki/sirip/serif berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Memberikan kesan kokoh, kuat, solid dan stabil, lebih sering digunakan untuk header atau judul konten dan tidak cocok digunakan pada isi konten.

Contoh typeface slab serif antara lain rockwell, courier, clarion, pitch display.

Contoh typeface slab serif

4. Script

    Tipografi ini merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas, atau pensil tajam (seperti kaligrafi) dan biasanya miring kekanan. Dikenal juga dengan nama handwriting. Perbedaan script dan cursive terletak pada huruf-huruf kecilnya yang saling menyambung sedangkan cursive tidak. Jenis typeface ini lebih tampak natural dan elegan.

Contoh typeface script antara lain lobster, blends, bellico dan grand hotel.

Contoh typeface script

 5. Display

    Tipografi display dikenal juga dengan decorative. Typeface display sangat dibutuhkan dunia periklanan untuk menarik perhatian pembaca. Display type dibuat dalam ukuran besar dan diberi ornamen-ornamen yang indah.

Contoh typeface display antara lain rosewood dan kingtings willow.

Contoh typeface display

    Desainer Grafis sering kan jadi kamus jenis font. kalau ada orang lain yang liat desain dengan font yang kece terus nanya ini pake font apa ya? Yang sabar ya mblo, eh gaes. Wkwk. Semoga bermanfaat #cmiiw :)

No comments

Search This Blog

Powered by Blogger.

Labels

Popular Posts

Followers